Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

BKSDA Sulteng Usul Penangkaran Buaya Tetap dalam Habitat

PALU EKSPRES, PALU– Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng mengusulkan agar lokasi penangkaran buaya di Kota Palu sebisa mungkin tetap berada dalam habitatnya, yakni sungai Palu.

Usulan ini mencuat dalam diskusi kecil antara pejabat BKSDA Sulteng dan pemerhati buaya asal Australia, Matt Wright dengan Wali Kota Palu, Minggu 1 Maret 2020.

Rino dari BKSDA Sulteng menyebut, pada prinsipnya BKSDA siap mendukung adanya penangkaran buaya di Kota Palu. Termasuk jika lokasinya dalam kawasan Hutan Kota Kaombona Palu. Sebagaimana harapan wali kota.

Akan tetapi kata dia, alternatif lain selain hutan kota adalah sungai itu sendiri. Agar buaya muara tetap bisa berada dalam habitatnya.

“Untuk proses pemindahan, Matt Wright siap membantu BKSDA,”kata Rino.

Matt Wright sendiri ujarnya sangat mendukung adanya penangkaran buaya di Palu. Demi menghindari terjadinya konflik antara buaya dan manusia. Sekaligus meminta pihak pihak terkait untuk meningkatkan edukasi bagi warga sekitar. Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi konflik dengan buaya.

“Karena jangan sampai nanti ada konflik baru kita membenarkan pembunuhan buaya terjadi,”kata Rino, mengutip Matt Wright.

Jika disepakati, maka selanjutnya tambah Rino, BKSDA Sulteng akan menyusun Fisibiliti Study (FS) terhadap rencana penangkaran itu.

Wali Kota Palu Hidayat menyatakan, apapun langkah BKSDA, Pemkot akan siap mendukung penuh. Agar buaya dan manusia tidak terlibat konflik dikemudian hari. Mengingat sungai Palu menjadi tumpuan masyarakat yang bekerja sebagai penambang pasir. Dan pesisir pantai yang menjadi tempat wisata masyarakat.

Karena itu, jika memang memungkinkan lokasi penangkaran berada dalam habitat, maka Hidayat menyarankan untuk membuat semacam kolam ditepi sungai namun bisa tetap teraliri air sungai. Sehingga nantinya pemindahan buaya juga lebih mudah.

“Intinya masyarakat aman beraktifitas.
Semuanya ini tentunya penting tapi lebih penting nyawa manusia,”kata Hidayat.

Namun pihaknya juga tetap akan mendukung jika nantinya lokasi penangkaran tetap memungkinkan di dalam kawasan hutan kota.

“Silahkan susun fisibility studinya. Termasuk jika lokasinya dalam kawasan hutan kota,”demikian Hidayat. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital