Senin, 6 April 2026

Ekspor Sulteng Meningkat, Impor Anjlok

PALU EKSPRES, PALU– Neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah pada periode Januari 2020 melonjak drastis. BPS melaporkan surplus neraca perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah tercatat US$ 535,26 Juta setelah daerah ini berhasil melakukan ekspor sebesar US$ 628,45 Juta . Sedangkan impor tercatat hanya US$ 93,19 Juta .

Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk mengatakan surplus perdagangan Sulteng sebesar US$ 535,26 Juta karena total ekspor selama periode Januari 2020 mengalami peningkatan. Periode Desember 2019, total ekspor tercatat US$ 527,03 Juta sedangkan pada periode Januari 2020 tercatat US$ 628,45 Juta. Atau terjadi kenaikan ekspor sebesar US$ 101,42 Juta atau 19,24 persen.

Sedangkan total impor Sulawesi Tengah selama Januari 2020 senilai US$ 93,19 juta, turun sebesar US$ 247,18 juta atau 72,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Dilihat dari neraca perdagangan dengan seluruh negara mitra dagang, Sulawesi Tengah mengalami surplus senilai US$ 535,26 juta selama Januari 2020. ,” kata Dumangar Hutauruk pada press reales BPS, Senin (2/3/2020).

Dumangar menjelaskan kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 511,42 juta atau 81,38 persen persen dari total nilai ekspor. Bahan bakar mineral senilai US$ 88,55 juta atau 14,09 persen. Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah 4,00 persen.

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Januari 2019, kelompok besi dan baja juga mendominasi pangsa ekspor senilai US$ 310,08 juta atau 65,75 persen dari total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 134,51 juta atau 28,52 persen. Sementara itu, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya terhadap total ekspor masing-masing di bawah 3,00 persen.

Adapun negara tujuan utama ekspor masih ditempati oleh Tiongkok senilai US$ 265,28 juta atau 42,21 persen dari total nilai ekspor.
Sementara itu, impor Sulawesi Tengah didominasi oleh kelompok komoditas besi dan baja senilai US$ 41,14 juta atau 44,15 persen, mesin dan pesawat mekanik senilai US$
14,17 juta atau 15,21 persen, dan bahan bakar mineral senilai US$ 13,67 juta atau 14,67 persen.
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Januari 2019, komoditas yang mendominasi impor Sulawesi Tengah adalah besi dan baja senilai US$ 98,34 juta atau 46,45 persen, mesin dan pesawat mekanik senilai US$ 33,83 juta atau 15,98 persen, dan bahan bakar mineral senilai US$ 25,91 juta atau 12,24 persen.

Dumangar menambahkan, impor Sulawesi Tengah selama Januari 2020 didominasi dari Afrika Selatan senilai US$
41,80 juta dan Tiongkok senilai US$ 35,84 juta dengan share 83,31 persen dari total nilai impor Sulawesi Tengah. (fit/palu ekspres)