Sabtu, 15 Agustus 2026
Opini  

Pensiun Dini

NUR sangadji
Nur Sang Adji. Foto: Dok

Oleh : Nur Sang Adji

Tiba tiba ada kabar, parapihak sedang menggodok batas usia pensiun dini PNS pada umur 45 tahun. Reaksi timbul bermacam.
Manarik, sekalian menggelisahkan. Sebetulnya dasar berfikirnya logik. Akan tapi syaratnya, harus dipenuhi (live suporting).
Saya ingat di Ternate tahun 1982, ada tetangga memilih pensiun dini dari Telkom dengan pesangon Rp500.000 ribu. Mungkin setara Rp500 juta sekarang. Waktu itu, orang senang saja. Memilih pensiun atau terus kerja, dua duanya sama menguntungkan. Karena itu, tidak masalah. Sahabat senior saya di Palu juga memilih pensiun dini dari kepala cabang BNI Poso dengan pasangon Rp500 an juta.


Karib saya menunjuk contoh di Malaysia.
Di sana, usia pensiun PNS atau orang kerajaan, 60 tahun. Lalu, mereka mendapat uang pensiun sekitar 500 rb – 1juta RM tapi ini tergantung gaji dasar. Saya menemukan data usia paling rendah adalah Qatar, 47.tahun. Sedangkan, Cina, 55 tahun. Sementara, di Eropa, rata rata di atas 60 tahun. Saat ini, pemerintah malah ingin menaikan menjadi 62 tahun dan diprotes habis habisan oleh PNS dan sindikat pekerjanya.

Saya ingat antara tahun 1994 sampai dengan 1997, sering sekali menyaksikan PNS berdemonstrasi di Eropa. Mereka sebut manifestation (baca : manifestasiong). Tuntutannya, mempercepat umur pensiun. Tujuannya agar mereka bisa menikmati hidup senang lebih lama. Bisa bersama keluarga bebas menikmati liburan secara periodik. Karena, rekreasi (turisme) itu bahagian dari agenda hidup.

Itu bisa begitu, sebab tunjangan pensiunnya tinggi. Jadi, orientasi pensiunan ini adalah kerja bebas (wiraswasta dan rekreasi). Negara sejahtera itu berusaha memenuhi kewajiban untuk melayani rakyat. Tapi, beban keuangan negara jadi sangat berat.

Bayangkan, beasiswa saya 5250 fr (setara 2 jutaan). Tapi, penganggur mendapatkan 4000 Fr. Kebetulan, ada satu penganggur itu tinggal bersebelahan kamar dengan saya di apartemen yang sama.

Dan, di apartemen yang sama itu, kami (orang Indonesia) dan warga Perancis sama sama punya hak untuk ajukan tunjangan keringanan sewa apartemen (allocation famillale). Saya membayar hanya 900 fr, dari yang seharusnya sebesar 1500 fr. Mengapa bisa ?. Karena, angka beasiswa saya itu, masuk kategori miskin dalam standar hidup di sana.


Saya sengaja tulis yang ini untuk sandingkan dengan dana BLT dan kartu miskin yang sekarang banyak diperkarakan. Coba perhatikan, orang asing seperti saya saja dapat hak kasih sayang (previlage) dari negara. Di kita, jangankan orang asing. Sesama orang miskin saja sering tidak dapat. Malah, ada orang mati dapat jatah sembako.

Tapi jangan lupa, di balik pelayanan prima tersebut, ada kesungguhan negara dalam menagih kewajiban rakyat. Retribusi dan pajak misalnya. Pengalaman saya waktu beli televisi di carefoure kota Lyon. Ada tiga kwitansi disiapkan. Satu untuk toko, satu lagi bagi pembeli dan terakhir disetor ke kantor pajak. Semuanya bergerak sistimatis.

Satu tahun kemudian, datang pemberitahuan jatuh tempo untuk bayar pajak televisi. Kalau kita tidak perduli, dapat surat peringatan dengan ancaman pasal pasal hukum. Nah, lihatlah bagaimana negara menyeimbangkan antara hak dan kewajiban warga.


Karena itu saya sering ajari mahasiswa, terutama pada kuliah pendidikan kewarganegaraan dan anti korupsi. Saya bilang, kalau kamu menuntut dari pemerintah tentang hak. Maka bertanyalah lebih dahulu kepada diri mu. Sudah kah kamu tunaikan kewajiban mu pada negara ?

Bila belum, berhentilah menuntut. Namun kalau sudah, kamu pantas menjadi warga negara yang cerdas (smart cityzenship). Sebaliknya, pemerintah (baca : pemimpin) yang waras, akan mundur bila gagal memenuhinya. Saya dapat cerita dari kakak sepupu saya yang sudah lama tinggal di Canada hingga kini. Di sini, kata dia, rakyatnya boleh protes kepada pemerintah. Tapi, begini narasinya. “Mengapa jalan ini berlubang, padahal kami telah membayar pajak..?”

Saya dengar langsung cerita lain di kota Tokyo tahun 2004. Kawan saya, (Nagahata atau Nishida, salah satunya) mengisahkan. Bila ada anjing mati di depan rumah warga, mereka akan telepon walikota untuk mengurusnya. Dan, walikota pasti memenuhinya, karena itu kewajibannya. Tapi, setelah gempa kota Kobe tahun 1995, dimana semua lumpuh total. Maka, pemerintah dan rakyat sama sama sadar bahwa partisipasi stakeholder adalah mutlak dalam bernegara. Lalu, lahirlah LSM atau NGO yang mereka kenal dengan sebutan NPO (non profite organisation).


Saya berpandangan bahwa semangat untuk mempercepat waktu pensiun itu adalah adopsi dari pihak luar. Memang secara umum, pembangunan kita sering mencontoh model asing yang bagus. Tentu, tidak salah. Masalahnya, kita lupa melihat filosofinya secara substansial. Kedelai di Amerika sebagai analog, bisa berproduksi 15 ton per hektar. Benih yang sama, kalau di tanam di Indonesia hasilnya kurang dari 5 ton. Kondisi agroklimatnya berbeda. Butuh treatmen khusus.
Kekeliruan meniru ini mungkin lahir dari hasil studi banding. Gemar sekali. Sayang, lebih turistik (plesure) daripada belajar untuk referensi.

Akibatnya, sering sekali negeri ini latah dalam meniru kebagusan (best practice) pihak lain, lalu gagal meng implementasikannya. Sebaliknya, inovasi milik kita ditiru orang luar dan berkembang bagus. Sedangkan di tempat kita sendiri, terseok seok. Bahkan, sudah punah. Contohnya, konsep dokumen GBHN dan juga konsep Koperasi.


Saya perfikir, mengapa PNS Eropa minta turunkan usia pensiun.? Karena batas atasnya sudah sangat tinggi, di atas 60 tahun. Agar mereka punya cukup waktu untuk istirahat. Lantas, mengapa pemerintahnya mau naikkan usia pensiun ? Agar, bisa optimal gunakan tenaga dan keahlian mereka. Terpenting juga, agar negara efesien, karena membayar orang yang sedang bekerja hingga batas usia produktif maximum. Biayanya menjadi lebih murah dibanding membayar pensiunan yang sudah tidak produktif bagi negara.

Berikut, mengapa ada orang yang mau turunkan usia pensiun di Indonesia. Boleh jadi kebalikannya. Agar, negara menghemat karena jumlah PNS berkurang. Membiayai pensiunan yang tidak produktif lagi, amatlah kecil dibanding bayar pns aktif hingga umur optimal. Disamping alasan regenerasi dan peluang wiraswasta. Apakah benar demikian..? Butuh kesungguhan dan kejujuran para pihak.

Semogalah keadaan menjadi makin baik. Karena saya gelisah pada fenomena kontemporer. Bupati sudah marah kepada menteri di ruang publik. Bahkan, lurah dan ketua RT memarahi Presiden di ruang yang sama. Sesuatu yang tidak pernah ada di masa SBY, Megawati, Habibi dan apalagi di era Soeharto. Ini pertanda apa..? Walahu Alam bisyawab. (Penulis, pengajar ilmu ilmu pertanian dan Ekologi serta pendidikan kewarganegaraan dan Antikorupsi. Putra mantan Ketua Rt dan Lurah Kotabaru Ternate, tahun 1981). ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius