Minggu, 9 Agustus 2026
Agama  

COVID-19 dan Menzalimi Diri Sendiri

Lutfi A. Godal. Foto: Istimewa

Oleh Moh Lutfi A Godal (Kepala KUA Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi)

Diriwayatkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Anas, dengan kedudukan hadist hasan shoheh “Marfu’” suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membagi perbuatan zalim. Menurut Rasulullah SAW kezaliman itu ada tiga ;

Pertama, Kezaliman yang tidak akan Allah biarkan.  Kedua, Kezaliman yang akan diampuni. Ketiga, Kezaliman yang tidak akan diampuni.

Adapun kezaliman yang tidak akan Allah biarkan kata Rasulullah, adalah kezaliman sesama manusia, di mana Allah SWT akan memberikan balasan setimpal bagi pelakunya. Selanjutnya kata Rasulullah, kezaliman yang diampuni adalah kezaliman seorang hamba, karena telah berbuat maksiat kepada Allah.  Sedangkan kezaliman yang tidak akan diampuni adalah kezaliman seorang hamba karena telah melakukan perbuatan menyekutukan Allah.  

Apa yang terjadi beberapa hari menjelang idul Fitri ini, di tengah maraknya imbauan ulama dan umara yang  mengingatkan akan bahaya ancaman COVID-19, seakan tidak dihiraukan oleh umat.  Bahkan, di antara mereka ada yang terang-terangan menentang dan mengajak untuk melakukan perlawanan.  Informasi akan bahaya ancaman wabah COVID-19 juga telah tersebar mewarnai headline hampir di semua media,  spanduk dan pamflet. Rasanya tidak ada yang luput dari informasi tersebut. Sehingga perbuatan tidak mengindahkan imbauan apalagi sampai melawan, hakikatnya adalah bentuk perbuatan zalim terhadap diri dan orang lain.  Tentu hal demikian dilarang oleh agama.

Terlepas adanya imbauan,  Allah SWT membekali manusia dengan akal sehat sebagai penyaring antara yang baik dan buruk. Olehnya, sekuat apapun imbauan dan ajakan, tidak akan berpengaruh manakala tidak ada kemauan untuk sadar.

Sebagai sesama, kita diwajibkan untuk saling mengingatkan satu dengan lainnya,  terlebih menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri, untuk tidak berlaku zalim kepada diri sendiri terlebih kepada orang lain. Rasulullah bersabda : Tolonglah saudaramu yang terzalimi dan yang menzalimi.

Terzalimi karena telah termakan berita HOAX dan informasi yang menyesatkan,  sekadar mengambil kulitnya, tidak mendalami isinya. Serta menzalimi diri sendiri karena telah mengetahui bahaya namun tidak mengindahkan. Di antara hikmah mengapa sebelum bulan Ramadhan didahului dengan bulan hurum, di antaranya agar ketika memasuki bulan Ramadhan, kita telah benar-benar terhindar dari perbuatan zalim, baik terhadap diri sendiri, terlebih kepada orang lain.

Seyogyanya di penghujung Ramadhan tidak lagi disibukkan dengan perkara yang dapat mengurangi nilai ibadah yang telah dikerjakan.  Justeru  dianjurkan untuk melaksanakan ibadah yang dapat menambal kekurangan yang ada, agar layak menyandang predikat sebagai manusia yang berhak dikembalikan dalam keadaan suci dengan nilai taqwa di sisi Allah SWT.

Pakaian baru hakikatnya simbol yang hanya boleh dikenakan oleh mereka yang bergelimang pahala, menunjukkan kegembiraan karena telah memenangkan ibadah selama di bulan suci Ramadhan, bukan malah sebaliknya. Namun hal demikian justeru tidak kita dapatkan dari kaum salaf, tokoh pembesar Islam yang bergelimah pahala, dimana mereka menghadapi Idul Fitri, justru mengenakan pakaian yang jauh dari kata sederhana. Cukuplah menjadi nasehat  bagi kita apa yang disampaikan oleh sayyidina Ali “Tidak dikatakan kembali ke fitrah hanya sekadar dengan mengenakan pakaian baru, namun kembali ke fitrah ditandai dengan bertambahnya rasa takut akan datangnya hari yang dijanjikan.  Wallahu A’lam. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital