Jumat, 14 Agustus 2026
Opini  

Ecosophy

Kasman Jaya Saad. Foto: Istimewa

Oleh Kasman Jaya Saad

Ecosophy bukan tentang judul lagu atau tentang nama gadis tetangga sebelah rumah, namun tentang etika dalam merawat alam dan bumi yang lebih bersahabat. Di tengah pandemi covid-19 ini, kita memang diingatkan untuk lebih banyak bermuhasabah, melakukan introspeksi diri, akan perilaku kita terhadap alam, perilaku yang eksesif dan tidak ekologis. Pertumbuhan ekonomi menjadi segala-galanya sebagai indikator kemajuan, bukan sebagai salah satu aspek dari keseluruhan kehidupan yang begitu kaya, dan abai terhadap indikator kerusakan alam dan lingkungan hidup adalah kesalahan fatal yang mereduksi kehidupan manusia semata sebatas makna ekonomi. Itu sebab kita mengalami berbagai krisis lingkungan hidup hingga kini, tak berkesudahan. Kita selalu membiarkan alam merampas haknya dengan caranya sendiri, begitu analogi saya tentang krisis lingkungan hidup yang kita alami.
Tulisan ini terinspirasi dari diskusi webinar yang secara rutin saya ikuti, dilaksanakan oleh Lembaga PLH dan SDA MUI Indonesia lewat program Ecomesjidnya. Webinar yang secara rutin itu menghadirkan tokoh-tokoh pemerhati lingkungan hidup. Salah satunya adalah dosen senior ilmu kehutanan IPB Prof.Dr.Hadi S.Alikodra. Materi yang dibawakan adalah pendekatan ecosophy untuk penyelamatan bumi.
Adalah Arne Naess (1989), seorang filsuf Norwegia yang memperkenalkan tentang istilah ecosophy ini. Eco yang berarti rumah tangga dan sophy berarti kearifan, berarti ecosophy adalah kearifan hidup selaras dengan alam sebagai rumah tangga dalam arti luas, kearifan bagi manusia untuk hidup dalam keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain dengan seluruh isi alam semesta sebagai sebuah rumah tangga. Jadi ecosophy adalah etika dan moral konservasi yang mengarahkan perilaku manusia mencintai alam, menghargai dan mencintai sesama makhluk sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya. Berbeda dengan etika antroposentrisme yang banyak dipahami sekarang ini, yang meletakkan manusia sebagai penguasa alam ini, sehingga atas dasar demi pemenuhan kebutuhannya, manusia bisa berbuat apa saja terhadap alam. Cara pandang demikian melahirkan sikap dan perilaku yang eksploitatif, dan tanpa ampun merusak alam, karena alam dan makhluk lainnya dianggap tak mempunyai nilai pada diri sendiri.
Ecosophy sebagai sebuah gerakan, tidak semata berisi norma yang melihat alam semesta dan segala isinya bernilai pada dirinya sendiri, namun juga sebagai gaya hidup yang menekankan pada kehidupan yang sederhana tapi kaya makna dan bahagia. Gaya hidup yang menekankan pada kualitas kehidupan dan bukan semata pada standar kehidupan apalagi standar material. Dan ecosophy tidak semata mengatasi persoalan lingkungan secara teknis an sich, seperti dipahami etika antroposentrisme, namun diperlukan perubahan mendasar pada paradigma manusia tentang lingkungan dan perubahan sistem ekonomi, yang selama ini hanya mengejar aspek pertumbuhan, bila banyak sumber daya ekonomi yang dieksploitasi, akan semakin baik namun abai terhadap seberapa besar pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi. Itu sebab ecosophy melihat akar persoalan lingkungan hidup dalam suatu presfektif relasional yang lebih komprehensif dan holistik, karena aspek sosial dan manusia yang ada di dalamnya menjadi penting. Bagi Naess krisis lingkungan hidup sesungguhnya disebabkan faktor yang lebih fundamental, suatu sebab filosofis, dan oleh Prof.Alikodra krisis lingkungan disebutnya sebagai krisis moral dan krisis kehidupan. Faktor fundamental itu adalah kesalahan cara pandang manusia tentang dirinya, alam dan tempat manusia dalam alam. Olehnya diperlukan pembenahan menyangkut cara pandang dan perilaku manusia dalam berinteraksi baik dengan alam maupun dengan manusia lainnya dalam satu kesatuan ekosistem.
Penekanan etika ecosophy demikian itu, tentang perubahan pola dan gaya hidup, bagaimana manusia itu memuliakan, menghargai keseimbangan, damai dan cinta terhadap alam semesta. Manusia juga harus menghargai kearifan lokal, hilangkan sifat egois, konsumtif dan serakah. Perubahan gaya hidup ini sebenarnya bukan hal yang baru, hanya perlu penyadaran kembali, untuk mengembangkan kesadaran ekologis yang mengakui kesatuan, keterkaitan dan saling ketergantungan antar manusia, tumbuhan dan hewan di alam semesta ini. Kendati bukan hal yang baru, namun diperlukan tetap perubahan yang radikal dan diikuti perubahan mental, sikap, perilaku dan gaya hidup, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok dalam masyarakat.
Perubahan itu memang tidaklah mudah, ditengah kepungan mentalitas konsumtif dan materialisme, serta ideologi developmentalisme yang begitu kuat. Butuh waktu yang lama dan energi yang besar, namun kita tidak boleh menyerah, diperlukan kepedulian dan gerakan bersama, terlebih perubahan politik dalam bentuk komitmen dan kebijakan berikut implementasinya. Ecosophy sebagai gerakan alternatif penyelamatan lingkungan hidup adalah pilihan yang menarik. Dan momentumnya sekarang. Bukan besok apalagi lusa, karena dimulai dari diri sendiri untuk mengubah pola dan gaya hidup untuk menjadikan alam (bumi) ini sebagai tempat yang nyaman bagi semua kehidupan.

*Penulis Dosen Unisa Palu

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia
Tampilan Visual Ikonik Scatter Hitam Menjadi Sorotan Utama Dengan Sensasi Misteriusnya
Target Maxwin Diraih Melalui Strategi Menjaga Ketahanan Modal Harian
Fondasi Utama Meraih Hasil Maxwin Secara Bertanggung Jawab Adalah Ketenangan
Fenomena Hasil Maxwin Terencana Diraih Dengan Kunci Utama Mengendalikan Keputusan Terburu-Buru
Pengalaman AI dan Visual Interaksi Meja Siaran Paling Jernih Dihadirkan Oleh Live Kasino
Ritme Pengalaman Menikmati Hiburan Studio Tanpa Bepergian Dihadirkan Live Kasino
Arsitektur Grafis Digital Pragmatic Play Diakui Kekuatannya Oleh Banyak Pihak
Ulasan Tema Petualangan Menegangkan Dari Pragmatic Play Disambut Hangat Oleh Penggemar
Desain Karakter Menghibur Dari Pragmatic Play Selalu Menunjukkan Kreativitas Yang Relevan
Elemen Scatter Hitam Selalu Menggoda Dengan Pesona Tampilan Ikonik Yang Misterius