Sabtu, 8 Agustus 2026

Akademisi Kritisi Ekspor Impor Sulteng Hanya Konsentrasi di Daerah Tertentu

Ichwan Tandju. Foto: Tangkapan foto webinar BPS Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Aktivitas ekspor impor Sulawesi Tengah yang hanya terlihat di dua pelabuhan di provinsi ini sebagaimana paparan BPS Sulteng pada seminar webinar Rumahku Impian yang dilaksanakan BPS Sulteng, Selasa (25/8/2020), dikritisi akademisi DR. Ichwan Tandju.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) ini menilai, berdasarkan data-data yang dipaparkan BPS Sulteng melalui Kepala Bidang Statistik Distribusi, G.A. Nasser, sangat jelas terlihat jika konsentrasi ekspor impor Sulteng melalui pelabuhan di daerah ini, hanya terlihat di dua kabupaten, yakni Pelabuhan Kolonodale Kabupaten Morowali dan Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai.
“Konsentrasi ekspor hanya pada daerah tertentu, juga konsentrasi impor sangat jelas pada daerah tertentu,” kata Ichwan pada sesi tanya jawab pada seminar yang dipandu oleh Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk tersebut.
Fakta melalui data BPS tersebut lanjutnya, tentunya akan mendorong ketidakseimbangan antarwilayah. Solusinya, pemerintah perlu memacu pembangunan instruktur agar ekspor dan impor tidak terkunci hanya pada satu wilayah saja.

G. A Nasser. Foto: Media Alkhairaat

Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan mendorong ketimpangan kian mengecil. Selain itu, inflasi akan terjaga jika infrastruktur terbangun dengan baik.
“Ini hasil akhirnya dari solusi permasalahan ketimpangan antarpenduduk, ketimpangan antarwilayah dan ketimpangan antarsektor yang dihadapi oleh Sulteng,” ujarnya.
Sementara itu, Fery Taula menilai pertumbuhan ekspor di Kabupaten Morowali, sangat bagus. Namun, ia menyoroti mengenai impor bahan baku/bahan penolong, dan barang modal yang mencapai 99 persen lebih. “Jangan sampai bahan bakunya ternyata juga ada di Negara kita,” kata Fery.
“Ini sama saja berarti kita akan boros,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Statistik Distribusi G. A. Nasser menjelaskan impor bahan baku/bahan penolong tersebut untuk kebutuhan industri pengolahan di Morowali dan Banggai. Salah satunya adalah bahan bakar dan pelumas untuk kebutuhan industry. Bahan bakar dimaksud adalah batubara. “Dominan adalah suku cadang yang kompatibel, tentunya didatangkan dari negara pelaku –pelaku yang ada di Morowali, seperti dari Tiongkok dan Rusia,” ujarnya.
Nasser mengakui, Negara kita juga memiliki tambang batubara namun tidak memenuhi dari aspek kualitas untuk kebutuhan industri di Kabupaten Morowali. “Untuk bahan bakar seperti ini (batubara,red) ada juga diimpor dari Australia, selain dari Tiongkok,” ujarnya.
Penggunaan bahan bakar industri batubara lokal diharapkan Nasser, ke depannya sudah bisa digunakan oleh industri pengolahan yang ada di Morowali. Dengan cacatan, kualitas batubara lokal harus ditingkatkan sehingga memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan oleh industry di Morowali .
Penjelasan Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng tersebut dibenarkan oleh Kepala BPS Morowali Simon Antoli.
Ia mengungkapkan batubara yang digunakan di IMIP misalnya, adalah produk impor. “Awalnya, pernah digunakan batubara lokal dari Kalimantan tapi mesin-mesinnya jadi rusak,” ujarnya mengungkapkan alasan mengapa industry di kawasan IMIP menggunakan bahan bakar batubara impor. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital