Minggu, 9 Agustus 2026

Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Jauh Melampaui Nasional

PALU EKSPRES, PALU– Dampak pandemi Covid-19 mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nasional saat ini terus menurun. Di triwulan (TW) II pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -5,32 persen dan cenderung resesi. Beberapa faktor yang sangat berpengaruh adalah karena adanya kebijakan PSBB suatu daerah serta penurunan pertumbuhan mitra dagang luar negeri.
“Kita tunggu TW III, jika terkontraksi maka secara teknikal kita masuk resesi,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Kecuk Suhariyanto pada webinar Hari Statistik Nasional yang dilaksanakan oleh BPS Sulteng, Selasa (22/9/2020).
Kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang terkontraksi cukup dalam kata Kecuk, ternyata tidak dialami oleh Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Pertumbuhan ekonomi Sulteng pada TW II 2020 memang mengalami kontraksi tapi sangat tipis, yakni -0,06 persen. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Sulteng jauh melampaui pertumbuhan ekonomi secara nasional.


Menurut Kecuk, peran ekspor Sulteng menyebabkan pertumbuhan ekonomi Sulteng terkontraksi tipis. Ekspor Sulteng tumbuh 53,64 persen dengan penyumbang terbesar adalah besi dan baja sebesar 87, 71 persen dari total ekspor Sulteng . “Komponen ini menjadi penahan kontraksi Sulteng di tengah pandemic Covid-19,” ujarnya.
Bahan bakar mineral menempati urutan ke dua penyumbang tersebsar pada struktur ekspor Sulteng, yakni 13,12 persen, disusul bahan kimia anargonik 2,10 persen, kakao dan olahannya sebesar 0,13 persen, serta berbagai produk kimia sebesar 0,14 persen.
Ia berharap ke depan pertumbuhan ekonomi Sulteng tidak melemah. Caranya, dengan melakukan hilirisasi dengan memperbanyak pembangunan smelter, serta diversifikasi produk ekspor dan pasar. Hal ini juga akan meningkatkan lapangan kerja, nilai tambah dan ekonomi berkelanjutan.
Tanpa upaya itu, ekspor Sulteng yang mengandalkan komoditas besi dan baja (Feronikel) akan menghadapi tantangan berat. Sebab, negara tujuan ekspor juga mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perang dagang juga akan sangat berpengaruh terhadap ekspor Sulteng, termasuk volatilitas harga. (fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital