PALU EKSPRES, DONGGALA– Informasi yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait terjadinya anomaly suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin pekan lalu telah sampai kepada warga Desa Wani Dua, Kabupaten Donggala. Relawan Siaga Bencana “Tobelo” Desa Wani Dua telah melakukan sosialiasi untuk meningkatkan kewaspadaan bagi warga yang bermukim di sekitar pinggir sungai Wani Dua yang berasal dari Lumbung Petigo.
“Kami menerima informasi terkait fenomena La Nina dan pengaruhnya di Indonesia pertama dari grup Whatsapp para koordinator lapangan PELKESI – Sulawesi Tengah. Setelah saya baca, esoknya saya langsung koordinasi dengan Pemdes Wani Dua,” kata Maria Wesa, anggota relawan Tobelo yang juga bertugas sebagai koordinator lapangan PELKESI melalui keterangan tertulis diterima Palu Ekspres, Kamis (22/10/2020).
Curah hujan yang tinggi akibat La Nina tersebut berpotensi menyebabkan banjir dan mengakibatkan korban ekonomi, jiwa dan sosial di masyarakat bila tidak diwaspadai jauh-jauh hari. Hal inilah yang mendorong Kelompok Siaga Bencana Desa Wani Dua berinisiatif melakukan edukasi waspada banjir pada Rabu (21/10/2020).
Sebanyak 9 orang relawan memberikan penjelasan terkait La Nina pengaruhnya terhadap curah hujan dan perlunya kewaspadaan untuk cegah banjir di musim penghujan nantinya.
Maria Wesa menyatakan bahwa masyarakat di pinggir sungai menerima informasi yang mereka sampaikan dengan senang hati. “Ada juga warga yang meminta agar bronjong di sepanjang sungai itu bias diperbaiki melalui program pemerintah desa sehingga aliran sungai tetap lancer meski debit air sungai mungkin naik nantinya,” terang Maria Wesa.
Senada dengan itu Muh. Reza selaku Sekretaris Desa Wani Dua menyatakan bahwa program perbaikan bronjong rusak di aliran sungai itu memang akan segera diperbaiki karena sudah masuk dalam RPJMdes Wani Dua.
Program Manager dari Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI) di Sulteng, Otto Nodi A mengapresiasi kegesitan Relawan Tobelo dalam merespon informasi untuk waspada La Nina di Indonesia. “Sikap tanggap dan responsive seperti yang dilakukan oleh Kelompok Siaga Bencana Tobelo sangat penting diteladani oleh semua pihak baik pemerintah, masyarakat dan lain-lain. Belajar dari pengalaman sebagaipenyintas bencana dua tahun lalu sert abeberapa pelatihan yang didapat dari berbagai lembaga masyarakat di masa rehabilitasi telah membentuk anggota masyarakat yang rela menyebarkan informasi kesiapsiagaan bencana bagi warga. Hal ini akan sangat membantu semua pihak untuk mengurangi risiko bencana di masa kini dan nanti. Sangat membanggakan”, pungkasnya. (**/fit/palu ekspres)
Pengaruh La Nina, Relawan Siaga Bencana “Tobelo” Sosialisasikan Kewaspadaan






