Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

BPJS Mencuat di Debat Pilgub Sulteng, Ketua DPRD Parimo Angkat Bicara

PALU EKSPRES, PALU- Sekaitan hilangnya data 44 ribu jiwa Masyarakat Parigi Moutong sejak 2019 dari Non DTKS PBI JK APBN, mencuat dalam debat Pilkada Gubernur semalam. Jawaban paslon 01 menuai respon dari Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto.

“Pak Hidayat jangan serta merta melempar kesalahan ke pemerintah pusat. Memang benar itu diputus secara random oleh pusat akan tetapi mana tanggung jawab Pemda Provinsi terhadap daerah otonomnya yakni Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Sayutin di Parigi Moutong, Minggu (1/11/2020).

Pada saat kasus ini menguat, kata Sayutin, dia telah meminta agar Pemerintah Provinsi menanggulangi.

“Kami sudah minta Pemprov membantu kami dalam hal menyelasikan masalah itu. Namun, pihak Pemerintah Provinsi dalam hal ini Sekprov saat itu, hanya mengembalikan pertanggung jawaban ke kabupaten ketika kami melakukan konsultasi ke Pemprov pada tanggal 23 Januari 2020,” ujar Sayutin.

Menurut Sayutin, jawaban Paslon 01 semalam tidak berdasar fakta. Kondisi yang sebenarnya tidak seperti itu. Justru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah lah yang tidak mampu mengambil langkah-langkah berani untuk mengcover kebutuhan penanggulangan BPJS/KIS itu.

Sayutin menjelaskan, BPJS pertanggal 1 September 2020 menonaktifkan pelayanan akibat dari terputusnya kontrak Pemda Provinsi. Sehingga mengakibatkan sejumlah 23.939 jiwa masyarakat Parimo kehilangan hak pelayanan dasar yakni kesehatan.

Dari 23.930 jiwa yang terputus kontraknya per 1 September 2020 kata Sayutin, Pemda Provinsi Sulteng hanya melakukan alokasi tanggungan ke masyarakat Parimo dalam APBD Perubahan 2020 terhitung dari Bulan November sampai dengan Desember 2029 sebanyak 13.632 jiwa dan yang tidak tertanggung lagi sebanyak 10.298 jiwa.

“Hal ini menjadi beban berat buat kami yang intinya Pemda Provinsi harusnya meringankan beban kami sebagai kabupaten penyumbang terbesar ke 3 angka kemiskinannya di provinsi ini,” ujar Sayutin.

Sayutin menjelaskan, bahwa kasus ini sudah mencuat sejak tahun 2019. “Kami pontang panting cari solusi sejak Desember 2019 hingga Januari 2020, tapi Sekprov yang kini jadi Paslon 01 itu tidak memberikan solusi,” ujarnya.

Untuk diketahui, total pemetaan data Pemda peserta BPJS/KIS, yakni 118.513 jiwa yang terbagi:

  1. Tanggungan Provinsi Sulteng sebanyak 23.930 Jiwa Masyarakat Parigi Moutong
  2. Tanggungan Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 94.583 Jiwa. (**/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital