Minggu, 9 Agustus 2026

Garuda Indonesia Diboikot

MEDAN, PE – Kebijakan maskapai Garuda Indonesia dengan memangkas komisi penjualan tiket terhadap seluruh agen Garuda Indonesia di tanah air, berbuntut panjang.

Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agency (Asita) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Sumatera Utara (Sumut) dengan keras menolak dan merasa keberatan.

Sebagai bentuk nyata protes tersebut, Asita Sumut memboikot segala bentuk kegiatan Garuda Indonesia.

Salah satunya tak mengikuti Garuda Airlines Travel Fair (GATF) 2017 di Medan pada 3 hingga 5 Maret mendatang.

Ketua DPD Asita Sumut, Solahuddin Nasution mengatakan, kebijakan maskapai Garuda Indonesia yang memangkas komisi penjualan tiket dinilai merugikan kepada pelaku usaha biro jasa tiket pesawat.

“Sejauh ini, pengurus Asita dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, mayoritas sudah banyak yang melakukan penolakan ataupun keberatan,” paparnya, Minggu (19/2).

Salah satunya Asita Kalimantan Selatan di Banjarmasin, di mana semua anggotanya memboikot atau tidak melayani penjualan tiket Garuda Indonesia. Bahkan, mereka memasang pemberitahuan atau spanduk di depan kantornya masing-masing yang bertuliskan, ‘Mohon maaf kami tidak melayani penjualan tiket Garuda Indonesia’

Diutarakan dia, boleh dikatakan memang penolakan yang disampaikan pihaknya sedikit terlambat. Akan tetapi, hal ini tidak masalah karena mengikuti keputusan dari pengurus Asita pusat.

Sebab, keputusan yang disampaikan Asita pusat melalui surat edaran tertanggal 7 Februari, bahwasanya tidak melakukan kerja sama dengan pihak Garuda Indonesia.

“Sebagai bentuk konkret atau mendukung atas keputusan yang dikeluarkan Asita pusat, maka kita tidak akan ambil bagian atau berpartisipasi dalam kegiatan GATF 2017 di Medan (Sun Plaza, red). GATF 2017 tersebut akan diselenggarakan pada 3 s/d 5 Maret,” tutur Solahuddin.

Solahuddin menyebutkan, sejauh ini sebanyak 90 persen anggota Asita Sumut dari jumlah sekitar 300 agen travel telah sepakat tidak ikut pada event tahunan Garuda Indonesia tersebut.

Harapan kita seluruh anggota Asita Sumut mengikuti keputusan yang ditetapkan, karena keputusan itu tidak lain untuk memperjuangkan nasib para anggota.

“Apabila ada anggota Asita Sumut yang tidak mematuhi keputusan ini, kita melihat dulu perkembangan nantinya dari pusat bagaimana,” cetus Solahuddin.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital