Sabtu, 8 Agustus 2026

Apa Sih Maunya Freeport?

JAKARTA, PE – Pemerintah sudah memberikan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) dengan klausul yang mirip kontrak karya (KK) kepada Freeport Indonesia. Namun, jalan tengah tersebut ternyata tidak membuahkan hasil. Freeport dikabarkan menolak menggunakan izin ekspor dan justru merumahkan pekerjanya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, pemerintah sudah memberikan hak yang sama dengan kontrak karya di dalam IUPK Freeport. Klausul tentang stabilitas investasi dan perpajakan itu berlaku selama masa transisi perundingan.

Namun, Freeport bersikukuh menolak IUPK dan menuntut tetap diberlakukan kontrak karya. Jonan mengaku tidak habis pikir dengan sikap Freeport yang menolak rekomendasi ekspor konsentrat.

Padahal, izin ekspor yang diterbitkan pada 17 Februari 2017 tersebut telah sesuai dengan permintaan rekomendasi yang dilayangkan Freeport sehari sebelumnya.

’’Menurut informasi yang beredar, PTFI juga menolak rekomendasi ekspor tersebut,’’ imbuhnya.

Mantan menteri perhubungan itu berharap kabar tersebut tidak benar. Sebab, pemerintah berupaya agar raksasa tambang itu tetap melanjutkan usahanya di Indonesia dengan baik. Pemerintah juga siap merundingkan persyaratan-persyaratan stabilisasi investasi, termasuk perpanjangan izin.

Jonan menilai, penolakan itu muncul karena PTFI tidak terima dengan aturan divestasi serta isu arbitrase.

’’Saya berharap PTFI tidak alergi dengan ketentuan divestasi hingga 51 persen yang tercantum dalam KK pertama,’’ terangnya.

Memang ada perubahan ketentuan pelepasan saham kepada pihak ketiga (divestasi) Freeport. Dalam kontrak karya 1991, saham yang wajib divestasi hanya 30 persen. Namun, dalam IUPK yang ditawarkan pemerintah pada 2017, Freeport diwajibkan melepas 51 persen sahamnya.

”Divestasi 51 persen saham merupakan aspirasi rakyat Indonesia,” tegasnya.

Soal rencana PTFI membawa persoalan divestasi ke arbitrase, Jonan menyebutnya sebagai hak perusahaan. Pemerintah tidak berharap berhadapan secara hukum.

(dee/noe/JPNN/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital