VIDCON – Asisten II Elim Somba dan dr Jumriani Junus yang mewakili Dinkes Sulteng mengikuti Vidcon terkait vaksinasi Covid-19. Foto: Humas Pemprov
PALU EKSPRES, PALU – Kementerian Dalam Negeri menggelar video conference (vidcon) bersama gubernur dan bupati/walikota se Indonesia, Selasa 5 Januari 2021. Vidcon kali ini untuk mengecek persiapan pelaksanaan vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian di Jakarta. Gubernur Sulteng diwakili oleh Asisten II Elim Somba dan dr Jumriani Junus yang mewakili Dinkes Sulteng.
Menteri Kesehatan RI Gunadi Sadikin yang menjadi narasumber pada vidcon itu, mengatakan, penyuntikan secara simbolis ke presiden akan dilaksanakan Rabu depan 13 Januari 2021. Lalu disusul daerah, sehari atau dua hari setelahnya. ”Kira-kira Kamis atau Jumat. Suntikan ini adalah seremonial, simbolis untuk membangkitkan keyakinan publik,” tuturnya.
Menkes mengatakan, penduduk Indonesia yang ditarget menerima suntikan vaksin mencapai 181 juta dengan jumlah kebutuhan vaksin mencapai 426 juta dosis. Vaksinasi tahap pertama akan dilakukan kepada sekitar 1,6 juta tenaga kesehatan (Nakes) di 34 provinsi.
Ia pun mendorong kepala-kepala daerah agar melakukan rekonsiliasi data guna memastikan Nakes-nya telah terdaftar di dalam sistem. Begitu juga dengan data fasilitas kesehatan di daerah agar ikut dipastikan telah terdaftar dalam aplikasi P-Care BPJS Kesehatan yang digandeng untuk monitoring vaksinasi.
Adapun vaksin yang disuntik lanjut Menkes, ditujukan bagi penerima kelompok usia di bawah 60 tahun. Olehnya, bila kepala daerah berusia di atas 60 dapat digantikan oleh wakilnya atau pejabat terkait lain di daerah.
Di bagian lain, Kasatgas Covid-19 mengingatkan agar narasi vaksinasi jangan sampai membuat masyarakat kendor melakukan protokol kesehatan. “Vaksinasi bukan satu-satunya cara lepas (dari Covid-19) karena masih banyak yang harus kita pelajari,” ungkapnya. Ia mengimbau kepala daerah agar semaksimal mungkin menjadi contoh ketaatan protokol kesehatan ke warganya guna memutus virus dari hulunya.
Apalagi dari hasil analisis satgas menunjukkan tren kenaikan pasien dan kematian dokter akibat Covid-19 yang signifikan. “Apabila disiplin (protokol kesehatan) semakin baik maka kasus aktif dan kematian akan semakin berkurang dan (otomatis) Kita bisa menyelematkan para dokter,” pungkasnya.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah agar Senin depan (11/1) sudah melaporkan data penerima suntikan simbolis dan waktu pelaksanaannya di provinsi. (humas)






