Minggu, 9 Agustus 2026

Tingkatkan Ekonomi di 2021, Sulteng akan Hadapi Empat Tantangan

Kepala Wilayah Perwakilan BI Sulteng Abdul Majid Ikram. Foto: Istimewa

PALU EKSPRES, PALU – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ada empat tantangan yang akan dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah serta stakeholder terkait di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah mulai 2021.
Kepala Perwakilan BI Sulteng , Abdul Majid, mengatakan, salahsatu tantangan yang akan dihadapi dalam upaya meningkatkan perekonomian daerah pada 2021 ini, Pertama, divergensi ekonomi wilayah barat dan timur.
“Harus diakui bahwa sumber pertumbuhan ekonomi Sulteng adalah di wilayah Kabupaten Morowali dan Banggai yang berbasis pada sektor tambang dan industri turunannnya,” kata Abdul Majid, Rabu (6/1/2021).
Wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Tolitoli serta Buol lanjutnya, harus terus didorong agar iklim investasi dan usaha menarik investor dari dalam dan luar negeri berinvestasi di sana.
Tantangan ke dua, katanya, adalah potensi kenaikan harga akibat kenaikan demand atau permintaan dan fluktuasi bahan pangan. Membaiknya ekonomi tahun 2021 akan meningkatkan sisi permintaan.
“Olehnya, ketersediaan pasokan dan kecukupan produksi harus dikelola dengan baik. Di sisi volatile foods atau makanan yang mudah menguap, koordinasi antar stakeholder diperlukan mencakup manajemen cuaca, pola tanam dan melakukan penguatan kerjasama antar daerah,” jelasnya.
Ketiga, Majid menyebut potensi kemiskinan yang masih di atas rata-rata nasional. Pada 2020 tercatat hanya dua daerah di Sulteng yang kemiskinannya berada di bawah angka nasional yakni, Kota Palu dan Banggai.
“Koordinasi dan kerjasama guna mengurangi angka kemiskinan perlu kita perkuat,” imbuhnya.
Ke empat, menjaga kesinambungan antara percepatan pemulihan ekonomi namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan tetap harus menjadi prioritas. Situasi pandemi COVID-19 pada 2021 masih diliputi dengan ketidakpastian.
Terdapat beberapa isu, lanjutnya, seperti kepastian pembagian vaksin di Sulteng, peningkatan ketersediaan fasiltas kesehatan untuk tes COVID-19 harus menjadi perhatian semua pihak.
“Oleh karenanya, hal ini perlu dijaga agar pemulihan ekonomi pada tahun 2021 dapat berjalan dengan optimal,” ujarnya. (***/bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital