Minggu, 9 Agustus 2026

Tak Ada Toleransi untuk Freeport

JAKARTA, PE – Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak boleh kalah oleh gertakan Freeport McMoRan selaku induk usaha PT Freeport Indonesia (PTFI).

Menurutnya, demi martabat bangsa dan juga kepentingan nasional maka pemerintah harus mempertahankan keputusan merubah status kontrak karya untuk PTFI menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Bamsoet -panggilan akrab Bambang- mengatakan, CEO Freeport McMoRan, Richard C Adkerson sudah terang-terangan bertindak kasar karena menggertak Indonesia dengan menyebut pemilik saham perusahaan pertambangan raksasa itu adalah Carl Icahn yang kini menjadi staf khusus Presiden AS Donald Trump.

Menurut Bamsoet, perilaku Adkerson dan Freeport McMoRan seperti itu menjadi indikator yang membenarkan bahwa Freeport Indonesia mendapatkan konsesi bisnisnya melalui kolusi dengan kekuasaan.

“Premanisme ala Freeport McMoRan tidak bisa ditoleransi lagi dan sudah waktunya untuk dilawan dengan langkah-langkah hukum,” ujar Bamsoet, Selasa (21/2).

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, ada tiga langkah yang direkomendasikan Komisi III DPR ke pemerintah. Pertama adalah mempertahankan status IUPK bagi Freeport Indonesia.

Kedua, jika PTFI menggugat perubahan status dari kontrak karya menjadi IUPK ke Arbitrase Internasional oleh Freeport McMoran, maka Pemerintah Indonesia harus meladeninya.

“Ketiga, membawa dan melaporkan balik kasus Freeport McMoRan ke penegak hukum di Amerika Serikat,” katanya.

Bamsoet menambahkan, dengan melaporkan Freeport ke penegak hukum di AS maka hal itu mencegah kemungkinan orang-orang kepercayaan Donald Trump menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan bisnis mereka di Indonesia.

Dalam analisis Bamsoet, pernyataan Adkerson tentang posisi Carl Icahn dalam pemerintahan Donald Trump bukan hanya bertujuan menekan Pemerintah RI, tetapi juga menakuti-nakuti Indonesia.

“Perilaku kasar dan tindakan menggertak Adkerson itu mencerminkan etika berbisnis Freeport McMoran yang sangat buruk, dan tentu saja tidak bisa diterima. Karena itu, cukup alasan bagi pemerintah RI melaporkan perilaku buruk Freeport McMoran itu kepada penegak hukum AS,” cetusnya.

Bamsoet juga menyarankan Presiden Joko Widodo bisa memerintahkan Kedutaan Besar RI di Washington membantu mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upaya pelaporan itu. “Pokoknya, Indonesia tidak boleh terus mengalah,” tegasnya.

Sebelumnya pemerintah pada 10 Februari 2017 telah mengubah kontrak karya untuk PTFI menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Anak perusahaan raksasa pertambangan Freeport-McMoRan itu juga diwajibkan mendivestasikan 51 persen sahamnya.

Namun, PTFI menolak keputusan pemerintah Indonesia karena tak mau hak-haknya yang tertuang dalam kontrak karya berubah. Karenanya PTFI mengancam akan menggugat ke Arbitrase Internasional.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital