Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Akademisi : Kemiskinan dan Pengangguran Jadi PR Utama Gubernur Sulteng Baru

Dr. Slamet Riyadi Cante. Foto: Dok

PALU EKSPRES, PALU – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Slamet Riyadi Cante mengemukakan, segudang Pekerjaan Rumah (PR) telah menanti Gubenur dan Wakil Gubernur Sulteng periode 2021-2022, Rusdi Mastura- Ma’mun Amir.

“Angka kemiskinan dan pengangguran masih relatif tinggi di Sulteng. Hal ini menjadi harapan publik kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang baru agar mengeluarkan kebijakan yang strategis dalam rangka meminimalisir masalah tersebut,” kata Slamet Riyadi Cante, Kamis (17/6/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Sulteng pada bulan September 2020, mencapai 403,74 ribu orang atau 13,06 persen, bertambah sebanyak 5 ribu orang dibanding Maret 2020 yang sebanyak 398,73 ribu orang atau 12,92 persen.

Kemudian Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulteng hingga Februari 2021, tercatat  sebanyak 3,73 persen atau mencapai 58,73 ribu orang, naik 0,8 persen dibandingkan Februari 2020 yaitu 2,93 persen.

“Tantangan lainnya berdasarkan indeks desa membangun, dari total 1.872 desa di Sulteng, sekitar 65 persen desa masih tertinggal. Padahal dana desa yang sudah dikucurkan pemerintah pusat untuk membangun desa yang tertinggal di Sulteng sekitar Rp7 Triliun,” ujarnya.

Persoalan lainnya, lanjut Slamet Riyadi, indeks Kapasitas Fiskal Daerah (KFD) Sulteng rendah. Berada pada urutan ke- 25 dari 34 provinsi. Data tahun 2019 menunjukkan KFD Sulteng yaitu 0,300.

“Reformasi birokrasi khususnya terkait dengan pelayanan publik juga penting menjadi perhatian. Mengingat masih banyak layanan publik di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dirasakan masyarakat kurang memuaskan,” terangnya.

Slamet menyebut pengembangan sektor pertanian dan pariwisata juga patut menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng saat ini.

Apalagi pascabencana 2018 menyebabkan sektor pariwisata utamanya pertanian di tiga daerah terdampak yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala terkapar. Beban itu ditambah lagi dengan pandemi COVID-19 yang membuat sektor pariwisata Sulteng anjlok. (***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital