Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

10 Juli, Batas Waktu Penyintas Wajib Tempati Huntap Duyu

Ilustrasi suhu di beberapa wilayah Indonesia yang mulai memasuki musim kemarau/foto/ist/pe


PALU EKSPRES, PALU– Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memberi batas waktu bagi warga terdampak bencana (WTB) untuk segera menempati Hunian Tetap (Huntap) khusus di Kelurahan Duyu Kecamatan Ulujadi. Penegasan ini tertuang dalam Surat edaran Wali Kota Palu nomor 360/1391/BPBD/2021 tentang percepatan proses penghunian Hunian Tetap (Huntap) yang terletak di Kelurahan Duyu Kecamatan Ulujadi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Palu, Bambang Sabarsyah menjelaskan, edaran ini diterbitkan karena telah banyak Huntap di Kelurahan Duyu yang didistribusikan kepada WTB. Namun hingga saat ini WTB yang telah menerima kunci belum menempatinya. Hal ini dianggap menghambat percepatan penyelesaian proses rehabilitasi – rekonstruksi pascabencana alam 28 September 2018.

Menurutnya, dalam edaran ini, warga penerima Huntap di Kelurahan Duyu Kecamatan Ulujadi untuk segera menempati dan memanfaatkan bantuan Huntap selambat-lambatnya tanggal 10 Juli 2021. Jika dalam batas waktu tersebut warga belum menempati Huntap tersebut, maka Pemkot akan menarik kembali Huntap tersebut untuk didistribusikan kembali kepada WTB lainnya yang memenuhi syarat dan masih sangat membutuhkan Huntap. “Segala kerusakan dan kehilangan atas perlengkapan unit rumah Huntap sejak diserahkan kunci menjadi tanggung jawab penghuni,”kata Bambang.

Dia menjelaskan, edaran ini sudah diberikan kepada semua WTB yang telah menerima bantuan perumahan tersebut. “Kami juga sudah menempel edaran ini di Huntap Duyu,” ujarnya. Sebelumnya, lanjut Bambang, pihaknya juga telah membatalkan 6 WTB yang terlanjur menerima Huntap di Kelurahan Duyu. Ke 6 WTB terbukti tidak memenuhi syarat sebagai penerima.

Sebabnya, karena 2 WTB terbukti telah menerima bantuan Huntap dari bantuan Negara Kuwait. 3 lainnya tidak berhak karena tidak memiliki lahan atau rumah. Sedangkan 1 lainnya terbukti memasukkan 2 nama dengan 2 Kartu Keluarga (KK) yang berbeda.
“Kita ganti dengan WTB yang juga berasal dari Kelurahan Duyu dan kebetulan masih tinggal di Huntara,”pungkasnya. (mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital