Senin, 4 Mei 2026

ASI Eksklusif Pendorong Penurunan Stunting

Rapat Koordinasi Nasional secara virtual Percepatan Penurunan Stunting bertema “Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting” yang dibuka oleh Wapres KH Maruf Amin, Senin (23/08/2021). foto:Setwapres

PALUEKSPRES, JAKARTA– Pemberian ASI eksklusif diindikasikan sebagai salah satu pendorong kuat penurunan prevalensi stunting pada bayi di Indonesia. Data ini berdasarkan hasil Studi Analisis Dekomposisi Program Penurunan Stunting 2018-2019 yang dipaparkan Prof. Dr.dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc dalam sesi: “Mengupas Efektivitas Intervensi Stunting: Studi Analisis Dekomposisi Program Penurunan Stunting 2018-2019” dalam rangkaian Rakornas bertema Bergerak Bersama untuk Penurunan Stunting, yang diselenggarakan secara daring oleh Setwapres, Selasa, 24 Agustus 2021.

“Pendorong kuat lainnya antara lain, usia dan jenis kelamin, keberadaan ART merokok, fasilitas cuci tangan dengan air dan sabun, serta status sakit,” tandas Prof Abdul Razak Thaha dalam siaran pers yang diterima Palu Ekspres dari Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)/ TP2AK, Selasa.

Stunting adalah keadaan dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya. Di Indonesia, kasus stunting masih cukup tinggi disebabkan kekurangan gizi kronis.

Indonesia adalah salah satu negara dengan beban stunting yang masih tinggi. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 30,8%. Merujuk data integrasi Susenas-SSGBI 2019 yang dipublikasikan pada bulan September 2019, prevalensi stunting balita turun menjadi 27,67%, atau turun sebesar 3,13 persen.

Padahal prevalensi stunting pada balita adalah sebagai salah satu indikator mengukur terpenuhinya layanan dasar dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

“Terdapat hal menarik dari studi ini karena mengapa MPASI dan imunisasi menjadi faktor kontributor rendah dalam penurunan prevalensi stunting, padahal dua faktor ini sangat penting dalam menjadi pendorong besar dalam penurunan prevalensi stunting,” tambah Prof Razak, ahli Gizi dari Universitas Hasanuddin itu.

Selanjutnya dijelaskan bahwa bila benar penurunan prevalensi stunting 2018 ke 2019 (3,13%) disebabkan oleh faktor pendorong yang diidentifikasi dalam studi tersebut, maka pemerintah dapat mengakselerasi penurunan prevalensi stunting sampai 2014 melalui program-program yang berdasarkan penguatan variabel-variabel yang ada.

Dalam paparannya, Prof Razak juga menjelaskan bahwa menurut WHO, untuk mencapai target penurunan stunting global 40% tahun 2025, setiap negara hendaknya mencapai Annual Average Rate of Reduction (AARR) stunting sebesar 3,9% per tahun.
Sedangkan menurut Global Nutrition Report tahun 2020 menunjukkan stunting secara global saat ini mencapai AARR 2,2%. Jadi penurunan prevalensi berdasarkan studi analisis dekomposisi ini sangat beralasan dan terjadi di banyak negara.

Sebagai langkah ke depan, diperlukan analisa lanjutan atas hasil studi dekomposisi penurunan stunting ini agar indentifikasi terhadap faktor-faktor pendukung dan penghambat penurunan stunting dapat dilakukan lebih mendalam.

Pemerintah dapat mengambil kebijakan berdasarkan Studi Analisis Dekomposisi Program Penurunan Stunting 2018-2019 dan bersama semua pihak terkait juga harus berani mengoreksi dan memperbaiki berbagai penghambat sehingga mampu mengubah pendorong sedang dan kecil menjadi pendorong kuat.

Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Setwapres, Suprayoga Hadi mengatakan penurunan prevalensi stunting sebesar 3,13 persen dalam setahun menjadi sebuah harapan besar.

Namun kata dia, penurunan tersebut menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, terkait dengan faktor yang mendorong penurunan stunting pada tahun 2019.

“Menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan analisa untuk melihat determinan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan prevalensi stunting,” kata Suprayoga Hadi saat membuka sesi tersebut.

Setwapres, bersama bersama BPS bekerja sama dengan ICONS (Indonesian Center for Nutrition Studies) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menyelenggarakan studi analisa dekomposisi terhadap penurunan prevalensi sebesar 3,13% pada tahun 2018 ke 2019. Studi ini menunjukkan adanya determinan pendorong kuat, sedang dan lemah terhadap penurunan prevalensi stunting di periode tersebut.

“Hasil analisis studi dekomposisi dapat dijadikan salah satu acuan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menyusun program kegiatan terhadap hal-hal yang memiliki kontribusi nyata dalam percepatan penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024,” tutup Suprayoga. (aaa/pe)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Analisis Mahjong Ways 2 pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika Sistem Kasino Online
Mengulas Pola Mahjong Ways 2 dari Perubahan Aktivasi Kombinasi Simbol
Observasi Perilaku Simbol Mahjong Ways 2 untuk Melihat Arah Permainan
Dominasi Scatter Membuat Mahjong Ways 2 Masuk ke Fase Bermain Lebih Intens
Pola Berulang di Mahjong Ways 2 Mulai Menunjukkan Sinyal Stabilitas Permainan
Pendekatan Analitik Mahjong Ways Kasino Online pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika
Pendalaman Pola Mahjong Ways Kasino Online lewat Variasi Kombinasi Simbol Aktif
Pendekatan Observasional Mahjong Ways Kasino Online dalam Membaca Pergerakan Simbol
Saat Scatter Lebih Dominan, Mahjong Ways Kasino Online Masuk ke Fase Intensif
Ketika Pola Berulang Muncul, Mahjong Ways Kasino Online Menunjukkan Stabilitas Sistem
Analisis Mahjong Ways 2 pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika Sistem Kasino Online
Mengulas Pola Mahjong Ways 2 dari Perubahan Aktivasi Kombinasi Simbol
Observasi Perilaku Simbol Mahjong Ways 2 untuk Melihat Arah Permainan
Dominasi Scatter Membuat Mahjong Ways 2 Masuk ke Fase Bermain Lebih Intens
Pola Berulang di Mahjong Ways 2 Mulai Menunjukkan Sinyal Stabilitas Permainan
Pendekatan Analitik Mahjong Ways Kasino Online pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika
Pendalaman Pola Mahjong Ways Kasino Online lewat Variasi Kombinasi Simbol Aktif
Pendekatan Observasional Mahjong Ways Kasino Online dalam Membaca Pergerakan Simbol
Saat Scatter Lebih Dominan, Mahjong Ways Kasino Online Masuk ke Fase Intensif
Ketika Pola Berulang Muncul, Mahjong Ways Kasino Online Menunjukkan Stabilitas Sistem
Dengan Arsitektur Komputasional Modern, Kasino Digital Merancang Pola Operasional Dinamis Lewat Pendekatan Logis Efisien
Distribusi Trafik Harian Mahjong Ways Kasino Online Dalam Melihat Dinamika Aktivitas Permainan Tiap Sesi
Peran Respons Server Membangun Stabilitas Sistem Mahjong Ways Kasino Online Saat Aktivitas Permainan Berlangsung
Distribusi Trafik Pemain Mahjong Ways Kasino Online Untuk Mengidentifikasi Munculnya Fase Ramai Permainan
Korelasi Trafik Pemain Dengan Ritme Mahjong Ways Kasino Online Dalam Membaca Karakter Sesi Harian
Ritme Akses Pemain Mahjong Ways Kasino Online Sebagai Acuan Observasi Fase Tenang Permainan
Fase Ramai Mahjong Ways Kasino Online Terbaca Dari Analisis Distribusi Trafik Pemain Dalam Aktivitas Sesi
Pendekatan Membaca Karakter Putaran Harian Mahjong Ways Kasino Online Melalui Struktur Ritme Permainan
Pendekatan Analitis Pada Trafik Mahjong Ways Kasino Online Untuk Membentuk Ritme Dan Karakter Sesi
Pola Ritme Akses Pemain Mahjong Ways Kasino Online Dalam Mencerminkan Karakter Fase Tenang Permainan
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjongways kasino online
mahjong ways
mahjong ways
game digital
mahjong ways
mahjong ways
mahjong ways
mahjong ways
game online
game online
mahjong ways