Sabtu, 25 April 2026
Daerah  

Mobil Damkar Parimo Hanya Dua Unit Berfungsi, 16 Kecamatan Tak Bisa Dilayani

Armada Pemadam Kebakaran. Foto : Istimewa


PALUEKSPRES, PARIMO – Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Hamja Daemadjaja mengakui pihaknya kekurangan armada untuk antisipasi sekaligus menangani jika terjadi bencana kebakaran seluruh wilayah di Parimo.
“Dari lima unit armada Damkar ini pak, hanya dua unit yang berfungsi. Dan yang dua ini,  itu pun itu bantuan sejak 2015 silam diberikan pada waktu Sail Tomini kemarin,” kata Kabid Damkar kepada wartawan di Parigi, Rabu (29/9/2021).
Menurut dia, minimnya anggaran di bidangnya menjadi salah satu kendala dalam melakukan perbaikan terhadap sejumlah armada pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan tersebut. Sehingga, sampai saat ini belum ada perbaikan armada yang mengalami kerusakan itu.
“Jadi sampai hari ini perbaikannya belum ada. Tinggal bagaimana kita sharing dengan pemerintah untuk bisa mendapatkan sedikit bantuan dana perbaikan armada Damkar ini,” ujarnya.
Dia menginginkan, agar sejumlah armada Damkar yang ada itu selalu stabil dan stanby untuk bisa melayani dan menjangkau wilayah di Parimo jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
“Hal terpenting adalah, bagaimana cara armada Damkar yang ada itu selalu stabil dan stanby. Jangan sampai tidak berfungsi, karena armada itu pasti mengalami kerusakan setiap tahun. Makanya, harus ada perawatan,” ucapnya.
Untuk Parigi Moutong kata dia, pihaknya telah mengusulkan 8 unit armada Damkar. Minimal bisa melayani beberapa kecamatan di wilayah utara Parimo. “Karena aramada masih terbatas, sehingga dari 23 kecamatan di Parimo baru 7 kecamatan bisa terlayani,” ungkapnya.
Sebelumnya, kata dia, Damkar Parimo sendiri mempunyai dua posko Damkar, yakni Tolai dan Parigi. Namun, karena kekurangan anggaran pihaknya terpaksa menarik posko tersebut kembali ke Parigi.
“Karena tidak ada dananya pak, karena personel yang jaga di sana itu butuh makan dan lainnya,” ujarnya.
Sekaitan hal ini tambahnya, pihaknya telah melakukan upaya pengadaan armada Damkar, misalnya pendekatan ke pihak legislatif, hingga membuat proposal untuk diajukan ke pemerintah pusat.
“Semua itu sudah kita lakukan, tetapi lagi-lagi kita bukan pengambil kebijakan. Mudah-mudahan armada ini bisa secepatnya diperbaiki agar bisa melayani wilayah di Parimo jika terjadi kebakaran,” ujarnya. (asw/paluekspres)

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777