Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Empat Wilayah akan Dijadikan Kawasan Publik Baru Pesisir Teluk Palu

Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura , menerima Paparan dari Tim Konsultan Penyusunan Feasibility Study dan Masterplan penataan Kawasan SILEBETA (Silae-Lere-Besusu-Talise), Rabu , 3 November 2021.

PALUEKSPRES, PALU- Bencana gempa dan tsunami pada 28 September 2018, meluluhlantakkan kawasan pesisir Teluk Palu yaitu wilayah Silae, Lere, Besusu Barat, dan Talise (Silebeta) yang mengakibatkan kerusakan sarana dan prasana di kawasan tersebut.

Tim Konsultan Penyusunan Feasibility Study dan Masterplan penataan Kawasan SILEBETA, Asmi Hayat, mengatakan bahwa timnya menyusun rencana penataan kawasan Silebeta sebagai pedoman pembangunan dan arahan perwujudan fisik.

Ini dikatakan kepada Gubernur Sulteng H. Rusdy Mastura yang menerima pemaparan Tim Konsultan Penyusunan Feasibility Study dan Masterplan penataan Kawasan SILEBETA (Silae-Lere-Besusu-Talise), Rabu, 3 November 2021.

Asmi mengatakan, mereka menyusun segmen-segmen kawasan perencanaan yang terintegritas dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sulteng, membuat model perancangan kawasan pesisir yang tanggap terhadap potensi bencana dan permasalahan lingkungan sekitar, baik di sekitar kawasan perencanaan maupun Kota Palu secara keseluruhan. Dan menciptakan kawasan publik baru di bagian Teluk Kota Palu, sehingga dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi di Kota Palu.

Sementara itu, Gubernur meminta kepada tim agar perencanaannya dapat memiliki mitigasi bencana dan adanya perlindungan kepada kementerian atau lembaga dan pemda dalam pelaksanaan Rehab dan Rekon dampak Bencana 28 September 2018. Gubernur juga mengatakan akan mengajukan permohonan perpanjangan masa rehab dan Rekon Dampak Bencana kepada Presiden.

Tim Konsultan Penyusunan Feasibility Study dan Masterplan penataan Kawasan SILEBETA, adalah Asmi Hayat, M.Sony Hartaman, M Hartako, Ahmad Solihin, Jimmy Kalesaran, Nico Septian, menyampaikan bahwa penyusunan Feasibility Study dan Masterplan Penataan Kawasan Silebeta        (Silae-Lere-Besusu-Talise). (biroadpim/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital