Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

DKP Sulteng Launching Aplikasi Smart Fishing, Solusi Memacu Produktivitas Perikanan

PALUEKSPRES, PALU- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaunching aplikasi smart fishing sebagai solusi dalam meningkatkan produktifitas perikanan.

Launching dibuka langsung oleh Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura didampingi Kepala Pusat Aplikasi Riset Penginderaan Jauh, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) diwakili Sartono Marpaung, Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, H. Moh. Arif Latjuba, dan Ketua Komisi II DPRD Sulteng, Yus Mangun.

Kadis DKP Sulteng, H Moh. Arif Latjuba mengatakan, Provinsi Sulteng sebagai satu-satunya provinsi yang dikelilingi 4 Wilayah Perairan Perikanan (WPP) yaitu WPP RI 713 di Selat Makassar, WPP RI 714 di Teluk Tolong dan Laut Banda, WPP RI 715 di Teluk Tomini, serta WPP RI 716 di Selat Makassar dan Laut Sulawesi dengan luas Laut 77.295 Km persegi dan panjang garis pantai 6.653,31 Km.

Sehingga, menurutnya, Sulteng memiliki potensi besar dalam sektor kelautan perikanan. Namun, keterbatasan penggunaan teknologi menjadi salah satu masalah dalam peningkatan produktifitas perikanan tangkap.

Demi memberikan solusi peningkatan produktifitas perikanan, maka DKP Sulteng mengeluarkan aplikasi smart fishing yang dapat mengetahui lokasi kerumunan ikan di laut.

“Guna menjawab permasalahan tersebut, aplikasi smart fishing menjadi solusi bagi para nelayan,” ujarnya.

Menurut Arif Latjuba, aplikasi smart fishing juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha penangkapan ikan secara ilmu pengetahuan dan keterampilan berbasiskan teknologi atau digitalisasi usaha.

Selain itu, aplikasi tesebut dapat memperbanyak produksi hasil tangkapan serta meningkatkan pendapatan nelayan.

“Keunggulan aplikasi ini yaitu mengetahui jarak dan lokasi fishing ground, mengetahui infomasi cuaca dan tinggi gelombang, bahkan efisiensi dalam pemanfaatan inputan produksi berupa BBM, es, umpan dan lainnya,” katanya.

Dengan begitu, kata Arif Latjuba, nelayan memiliki kemampuan dalam menguasai pengelolaan data-data dari GPS fish finder.

“Nelayan juga memiliki kemampuan dalam mengoperasikan peralatan dalam proses operasional penangkapan ikan,” ujarnya. (***/bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital