Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Vaksinasi Anak Harus Tuntas di Februari 2022, Gagal Bisa Terjadi Kasus Luar Biasa MR

dr Jumriani Junus. Foto: Istimewa

PALUEKSPRES, PALU– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menargetkan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun harus tuntas di Bulan Februari 2022. Jika target tersebut tak tercapai maka Dinkes Sulteng tak bisa melangkah ke pelaksanaan vaksinasi Campak (Measles-M) dan Rubela (Rubella-R) atau lebih dikenal dengan vaksin MR.
“Tahun ini (2022) harus kita laksanakan pada bulan Maret karena takutnya ini ada terjadi kasus luar biasa campak dan rubella,” kata Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Sulteng, dr Jumriani Junus usai Media Gathering Unicef Indonesia, Sabtu (22/1/2022), di Amazing City Resort Ulujadi, Kota Palu.
Mengapa batas waktu pelaksanaannya pada Februari 2022? Menurut Jumriani, supaya pelaksanaan vaksinasi Campak dan Rubela bisa segera dilaksanakan pada Bulan Maret 2022. Karena jarak penyuntikan antara vaksin satu ke vaksin lainnya, minimal satu bulan.
“Jadi kita harus menyelesaikan vaksinasi anak ini untuk dosis satu dan dua pada bulan Februari 2022 dengan sasaran 316 ribu anak. Supaya pada bulan Maret 2022, sudah bisa dilakukan pemberian vaksin MA,” ujarnya.
Sebenarnya, pencanangan vaksin Campak dan Rubela ini dilaksanakan sejak 2021. Namun, belum ada kabupaten dan provinsi yang bersiap melaksanakannya karena sedang terjadi peningkatan kasus Covid-19.
Untuk diketahui tambahnya, pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun sudah dilakukan oleh beberapa daerah berdasarkan laporan yang diterima Dinkes Sulteng. Di antaranya, dari Kota Palu, Banggai, Sigi dan Poso. “Sudah lima kabupaten yang melaporkan pelaksanan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun,” ujarnya.
Laporan yang diterima Dinkes Sulteng per tanggal 20 Januari 2022, anak usia 6-11 tahun yang telah menerima vaksinasi Covid-19 di Sulteng. Sementara sasaran vaksinasi bagi anak usia-6-11 adalah 316 ribu anak.
“Mudah-mudaha bisa berhasil pelaksanaan vaksinasi MA seperti pada 2018. Pada 2018 ini, Sulawesi Tengah termasuk provinsi yang berhasil melaksanakan vaksinasi campak ini sekitar 90 persen, sementara provinsi lain masih berkutat dengan persoalan hoaks tentang kandungan vaksin MR terbuat dari babi,” katanya.(bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital