Sabtu, 8 Agustus 2026

Aktor Utama Pertanian

Muhd Nur Sangadji/ foto: Ist/PaluEkspres

Oleh: Muhd Nur Sangadji

PADA tulisan yang lain, saya pernah mengutip berita heboh dari Bappenas tentang aktor utama di dunia pertanian yaitu, Petani. Pada tahun 2063, menurut Bappenas, Indonesia sudah tidak punya petani lagi.

Lalu saya berpikir, bagaimana bisa kita bicara tentang kemandirian pangan, padahal kita sudah tidak punya petani, satu ketika? Gejalanya mudah terbaca. Di ladang-ladang saat ini, yang tersisa tinggal petani tua (aging farmer). Artinya, regenerasi lambat sekali terjadi. Kabarnya, muncul petani millenial. Namun, banyak yang skeptis.

Bappenas merasionalkan kekhawatiran itu dengan angka-angka sebagai bandingan. Tahun 1976, presentasi petani kita dari total populasi sebesar 65 persen. Tahun 2019, presentasi itu merosot tajam. Tinggal 28 persen. Berbasis pada angka angka ini, maka prediksinya jatuh pada tahun 2063.

Saya mencoba menghitung kembali. Saya menemukan rasio antara waktu (t) dan prestasi (%) ada di angka 0,86. Bila total 28 persen ini kita asumsikan habis dalam demensi waktu. Kita akan temukan angka 28/0,86 = 33 tahun. Sekarang kita berada di tahun 2022, maka pada tahun 2055, kita sudah tidak punya petani lagi. Delapan tahun lebih cepat dari prediksi Bappenas.

***

Tentang aktor ini, kita baru bicara tentang kuantitas. Tapi dia sangat menentukan. Sebab, kalau kuantitasnya saja sudah tidak ada, maka tidak bisa lagi kita bicara lanjut. Bila kuantitas ini sudah aman, baru kita bicara tentang mutu petani. Mutu itu artinya pengetahuan, keterampilan dan sikap.

Satu Waktu di tahun 2004, saya bersama kawan-kawan NGO dan Bappenas berkesempatan bertemu satu petani di sebuah desa pedalaman di Jepang. Nama beliau Oto San. Dengan sejumlah alat berat yang dimilikinya, Oto San menggarap lahan bersama isterinya. Dia bercerita tentang kesuburan tanah. Beliau uraikan mengenai pertukaran kation dan anion dari aspek kimia tanah. Sesuatu yang biasa hanya difahami dosen ilmu tanah.

Tapi, satu hal yang lebih mengagumkan adalah pernyataan penutup dari beliau saat kami akan berpisah. Kata beliau, bila hasil pertanian ini buruk oleh cara dia yang semboro. Dan atau hasil kebunnya yang buruk itu dikirim ke luar negeri. Maka Oto San bilang, “Saya telah ikut merusak nama baik negara saya, Jepang.”
Saya tertunduk merenung. Bagaimana nasionalisme merasuk dalam, hingga ke jiwa seorang petani kecil seperti ini.

***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital