Sabtu, 8 Agustus 2026

Tiongkok Ubah Proyeksi, Indonesia Wajib Waspada

Investasi Arab Saudi

JAKARTA, PE – Indonesia dituntut mencari pasar dan sumber foreign direct investment (FDI) lain. Sebab, Tiongkok menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini menjadi 6,5 persen. Selama ini, investasi dari Tiongkok cukup tinggi.

Terutama di sektor pertambangan, transportasi, konstruksi, dan pembangkit listrik. Pada 2013, Tiongkok masuk sepuluh besar penyumbang investasi Indonesia. Pada 2014 dan 2015, peringkatnya meningkat ke posisi kedelapan.

Bahkan, pada tahun lalu, Tiongkok berada di posisi tiga besar dengan USD 2,7 miliar atau 9,2 persen total FDI Indonesia.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Yoga Affandi menyatakan, Tiongkok sedang melakukan pengetatan kebijakan moneter dan lebih terbuka dengan investasi asing.

”Sikap terbuka ini karena AS memilih kebijakan proteksionis. Tiongkok sangat pintar memanfaatkan keadaan ini untuk menarik investasi asing,” ujarnya.

Deregulasi juga dilakukan karena Tiongkok mengalami capital outflow yang membuat investasi lari ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Jika hal itu tidak disikapi dengan baik, Indonesia bisa kecolongan.

Selagi harga komoditas naik, Indonesia dituntut memperbaiki sektor manufaktur agar nilai tambah meningkat.

Peningkatan ekspor komoditas bukan strategi yang mampu memperbaiki ekonomi secara struktural.

”Kenaikan harga komoditas itu cyclical. Sekali harga komoditas jatuh, kalau kita terlalu berharap ke situ, nanti kita susah menghadapinya,” terang Yoga.

Kemajuan sebuah negara, tutur dia, diawali dengan perubahan dari industri pendukung pertanian ke manufaktur, lantas berubah lagi ke jasa.

Jika Indonesia bisa memperkuat manufaktur, nilai ekspor ke Tiongkok dan negara-negara pasar lainnya akan meningkat.

Upaya tersebut sekaligus bisa menyelamatkan Indonesia dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Selama ini, Indonesia memang masuk dalam jebakan itu dengan pendapatan per kapita USD 3.400 per tahun.

Untuk keluar dari middle income trap,  Indonesia harus memiliki produk domestik bruto (PDB) per kapita lebih dari USD 12.000 pada 2030.

”Bonus demografi yang dinikmati Indonesia saat ini juga mendukung penguatan industri manufaktur,” imbuh Yoga.

Indonesia juga harus mampu menarik wisatawan Tiongkok dengan memperbanyak penerbangan langsung.

Banyaknya penerbangan langsung dari Tiongkok ke Sulawesi terbukti meningkatkan turis dan mendorong pertumbuhan sektor UMKM.

”Nanti bisa mendatangkan uang dari wisatawan Tiongkok dan mungkin investasi FDI,” paparnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, Tiongkok melakukan rebalancing dalam bentuk deindustrialisasi dan peningkatan upah buruh.

(rin/c25/noe)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital