Sabtu, 8 Agustus 2026

Koran-Koran Lebaran

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Oleh, Muhd Nur Sangadji
(Email ; muhdnursangadji@gmail.com)

DALAM hidup saya dari SMP sampai SMA, rasanya saya hanya bisa baca koran dua kali setahun. Saat Idul Fitri dan Idul Adha. Inilah kesempatan berharga yang tidak pernah saya sia-siakan. Koran-koran ini berhamburan di lapangan, usai shalat Ied. Lebih sering di lapangan sepakbola Gelora Kie Raha Ternate Maluku Utara, tempat kami berdomisili.

Sudah lupa dengan siapa. Tapi, saya termasuk yang paling terakhir pulang. Itu karena saya harus mengumpulkan Koran-Koran bekas itu lebih dahulu. Tentu, bukan untuk dijual kembali. Sebab waktu itu, rasanya belum ada jasa beli koran bekas. Kalaupun ada, mungkin saya tidak menjualnya. Saya kumpul koran ini semampu yang bisa dibawa pulang. Semua koran ini saya tumpuk di rumah. Sesudah itu, dibaca satu persatu sampai habis.

Banyak jenis korannya. Namun yang paling saya ingat adalah Berita Yudha, Kompas dan Suara Pembaharuan. Kalau majalah, saya sering membaca Panji Masyarakat dan Suara Masjid karena dua ini yang bisa ditemukan gratis di Masjid. Semua berita saya lahap. Bahkan, cerita bersambung yang paling saya gemari adalah rubrik wayang yang ditulis di sudut bawahnya koran Berita Yuda.

*****

Ada juga satu tulisan di koran Kompas yang sangat saya gemari. Walaupun kurang mengerti alias puyeng setelah membacanya. Saya tetap setia membaca. Penulisnya bernama M.A.W. Brouwer. Nama lengkapnya Martinus Antonius Weselinus Brouwer. Beliau yang lahir di Delft dan meninggal di negeri Belanda itu, adalah seorang fenomenolog, psikolog, budayawan yang sangat dikenal karena kolom-kolomnya yang tajam, sarkastik dan humoris di berbagai media cetak Indonesia tahun 70 sampai dengan 80-an.

Belakangan saya dapat cerita dari sahabat saya, Tasrif Siara. Beliau kabarkan mengenai seorang penulis lain yang mengulas tulisan Brouwer. Dialah Mahbub Junaidi yang adalah seorang sastrawan Indonesia. Entah bergurau atau serius. Mahbub Junaidi pernah sebut, hanya ada dua orang yang mengerti tulisan-tulisannya Brower. Yaitu, dia (Mahbub) dan Brower Sendiri.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital