Sabtu, 8 Agustus 2026

Bencana dan Tanggung Jawab Publik

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

Oleh : Muhd Nur Sangadji
(muhdnursangadji@gmail.com)

Hari Rabu dan Kamis, 13-14 Juli, 2022, para walikota se Indonesia, berkumpul di Palu. Mereka bicara tentang “Bencana”. Karena itu, meremajakan (rejuvenate) beberapa tulisan ringanku tentang topik bencana tersebut. Ini salah satunya. Semoga bermanfaat.

Kepada siapa kita minta pertanggungjawaban ketika kebijakan publik itu berefek membunuh (mortal) ribuan manusia puluhan tahun kemudian. Inilah hal mendasar yang tidak terjawab hingga kini terkait kejadian Likuifaksi yang terjadi di Palu dan Sigi pada 28 September 2018. Peristiwa tersebut, selain menyisakan derita panjang, juga meninggalkan teka-teki tidak terjawab tentang pemicu kejadian.

Dalam sebuah presentasi oleh ahli geologi pada seminar nasional tentang bencana yang digagas ACT di Palu beberapa waktu lalu, mengungkap hal ini. Tentu saja, masih butuh riset mendalam, tapi testemoni masyarakat, menjelaskan hal menarik, sekaligus mengerikan. Mereka bilang, patut diduga bahwa ketersediaan air tanah dangkal sebagai salah satu faktor pemicu likuifaksi (soil liquefaksi), amat terkait dengan keberadaan irigasi Gumbasa. Jaringan irigasi ini kata masyarakat yang diungkap pembicara, tidak memiliki alas beton, sehingga imbibisi atau rembesan air terjadi setiap kali aliran irigasi berfungsi.

******

Allen Hazen, adalah orang pertama yg menggunakan istilah ini berkait kegagalan Bendungan Calaveras di California tahun 1918. Persis seratus tahun kemudian, 2018, terjadi di Palu dan Sigi, Indonesia. Mekanisme sederhananya, jika tekanan air dalam pori-pori cukup besar untuk membawa semua beban. Tekanan itu akan berefek membawa partikel-partikel menjauh dan menghasilkan tekanan yang secara praktik seperti pasir hisap.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital