Sabtu, 8 Agustus 2026

Pelajaran Dari Bencana Banjir

Muhd Nur Sangadji. Foto: Dok

(Antara Kepekaan dan Inisiatif)

Oleh: Muhd Nur Sangadji

Kita dikagetkan oleh bencana alam yang tiba tiba datang lagi. Banjir bandang itu menimpa satu kampung bernama Torue. Terletak di kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah. Ada banyak kerusakan dan kerugian, termasuk korban jiwa beberapa warga.

Merespons kejadian ini, Gubernur Sulawesi Tengah meminta untuk memeriksa kawasan hulu. Akademisi Universitas Tadulako, ahli kebencanaan, Abdullah Petta Laja juga berpandangan sama. Beliau bilang, rusak di Hulu, bencana di hilir. Hematku, hulu itu identik dengan pegunungan (montagneus). Di sana ada hutan yang berperan mengatur air (daur hidrologi). Di kawasan pegunungan tersimpan dua energi sekaligus. Potensial dan kinetik. Bila air bergerak dari kawasan ini, debitnya pasti tinggi oleh gravitasi dan ketinggian. Jadi, bila air sudah tidak bisa diatur oleh hilangnya pengatur (baca ; hutan), maka dia akan mengalir ke kawasan rendah tanpa kendali.

Inilah yang harus disadari oleh semua pihak. Karena, salah satu poin penting dlm konsepsi pembangunan itu adalah kepekaan pada bencana (sensitive of disaster). Kalau banjir itu bandang, maka tumpukan air dengan volume besar itu punya dua kemungkinan. Pertama, telah lama tetampung di bendung alam. Apakah bendung yg tercipta oleh longsoran. Atau yg terbentuk oleh tumpukan potongan kayu dan dedaunan.

***

Hujan deras dgn intensitas tinggi, menambah volume air Secara dadakan. Penampang diding bendung tidak mampu lagi menahan tekanan air yg terus meningkat. Jebol dengan jumlah air berkubik kubik berpacu dengan debit abnormal. Menghantam apa dan siapa saja yg menghalangi. Lewat jalur air bernama sungai. Atau lebih parah lagi lewat aliran liar yg terbentuk mendadak.

Kedua, intensitas curah hujan yang tinggi, secara singkat membawa massa air mengisi rongga-rongga alam dalam gundukan tanah, bukit atau potongan kayu atau seresah dengan cepat. Volume air yang tertahan tergantung besarnya ruang yg ada. Mekanisme lanjutannya sama dengan hal pertama tadi.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital