Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Pola Ilmiah Pokok Universitas

Oleh: Muhd Nur Sangadji

INI adalah istilah yang sangat populer di kalangan akademisi perguruan tinggi  pada  era  tahun 80 an. Pola Ilmiah  Pokok (PIP) merupakan hal yang membedakan jati diri atau identitas universitas yang satu dengan lainnya.

Kala itu, mulai dicita-citakan  keunggulan  masing-masing universitas dari aspek atau bidang kajian berbasis potensi yang melekat  pada  masing masing universitas.

Kala itu,  setiap universitas  berlomba  membentuk jati dirinya  mengikuti pola ilmiah pokok yang telah ditetapkannya.  Ada, PIP  Kelautan,  Pertanian,  Lingkungan Hidup,  Pemukiman dan lain-lain.

Waktu itu,  juga  dicitakan  bila orang ingin beljar tentang satu bidang maka datangilah  Universitas  sesuai PIP-nya.   Begitu  juga, bila orang  ingin mengetahui  suatu kajian   keahlian,   mereka  datangi   universitas   yang  mandalami  kajian bersangkutan.  Sayang,  hal  yang seperti ini tidak lagi terdengar  saat ini.

Tiba-tiba saya tersentak ketika seorang mahasiswa bertanya pada  saat   workshop  tentang  kebudayaan  dan   beasiswa  Perancis  di  Universitas Tadulako. Mahasiswa tersebut bertanya tentang universitas favorit di Perancis.

Pihak kedutaan Perancis  yang  hadir pada workshop saat itu memberikan penjelasan bahwa di  Perancis   hingga saat ini tidak ada istilah universitas favorit. Semuanya tergantung apa yang  ingin dipejari, akan di tunjukan ke Universutas yang sesuai dengan kajiannnya.

Semisal, kalau ada mahasiswa yang ingin belajar tentang pesawat,  mereka akan belajar di Universite  de  Toulus  di  kota Toulus Perancis Selatan. Bila ingin belajar tentang perikanan dan kelautan, mereka akan belajar di  Brest  Perancis Timur atau Marseille di Perancis Selatan, daerah yang dekat dengan laut.

Dan, bila mereka ingin belajar tentang politik lebih pas memilih Universite de Sourbone di Paris yang telah melahirkan banyak pemimpin di dunia.

Sepertinya, itulah cita-cita tentang Pola Ilmiah Pokok  (PIP).  Jujur, kita mesti mengakui bahwa  salah  satu kelemahan  kita adalah keengganan  untuk merawat hal hal baik (best practices) milik kita.

Istilah ganti pemimpin,  ganti kebijakan adalah fakta pengurasan energi yang terus berulang. Nanti, kita  sadar  setelah segalanya telah jauh tertinggal. Dan, kebijakan tentang Pola Ilmiah Pokok adalah salah satu contohnya. Wallahu a’lam.

Penulis dalah akademisi Universitas Tadulako

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital