Ekonomi Sulteng tumbuh sebesar 19,13 persen pada triwulan III 2022 dibanding triwulan III 2021 (year-on-year).
“Ekonomi Sulteng tumbuh pada semua lapangan usaha kecuali Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial yang terkontraksi sebesar 0,01 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Sulteng Simon Sapari, Selasa (7/11/2022).
Baca juga : Survei BPS Sulteng: 26 Persen Warga Enggan Divaksinasi Covid-19
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan kata kepala BPS Sulteng, adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 37,23 persen. Sementara itu, Industri Pengolahan; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; serta Pertambangan dan Penggalian yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan. Industri pengolahan tumbuh sebesar 41,34 persen. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh sebesar 2,05 persen dan Pertambangan dan Penggalian tumbuh sebesar 24,72 persen.
Lain halnya bila membandingkan pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan III-2021 terhadap triwulan III-2022 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 4,94 persen.
Baca juga : Pelabuhan Poso Tak Dicantumkan BPS, Ekspor Sulteng Hanya Terkonsentrasi di Dua Pelabuhan
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha. Kecuali Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terkontraksi sebesar 2,22 persen. Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial terkontraksi sebesar 0,82 persen; dan 13,19 persen.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Industri Pengolahan sebesar 12,80 persen. Sementara itu, lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian yang juga memiliki peran dominan mengalami pertumbuhan sebesar 6,48 persen.
Baca juga : Realisasi Investasi Rp20,02 Triliun, Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Terkontraksi 1,09 Persen
Sementara itu, bila mengacu pada struktur PDRB Sulawesi Tengah menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III- 2022 tidak menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Sulawesi Tengah masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 41,56 persen, Diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 15,45 persen; dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 15,41 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Sulawesi Tengah mencapai 72,42 persen. (bid/paluekspres)






