Minggu, 9 Agustus 2026

Pelabuhan Poso Tak Dicantumkan BPS, Ekspor Sulteng Hanya Terkonsentrasi di Dua Pelabuhan

Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk memaparkan rilis BPS Sulteng melalui video conference, Senin (1/2/2021). Foto: BPS Sulteng

PALU EKSPRES, PALU– Memasuki penghujung tahun 2020, aktivitas ekspor Sulawesi Tengah hanya terlihat di dua pelabuhan di provinsi ini.
Berdasarkan laporan BPS Sulteng, aktivitas ekspor Sulteng hanya terjadi di Pelabuhan Kolonodale Kabupaten Morowali dan Pelabuhan Luwuk di Kabupaten Banggai. Nilai ekspor Sulteng melalui Pelabuhan Kolonodale pada Desember 2020, tercatat 736,13 Juta US$. Sedangkan ekspor Sulteng melalui Pelabuhan Luwuk sebesar 75,27 Juta US$.
Dua pelabuhan lainnya di Sulawesi Tengah, yaitu Pelabuhan Pantoloan Kota Palu dan Pelabuhan Poso, sama sekali tak terjadi ekspor di dua pelabuhan tersebut selama bulan Desember 2020. Bahkan, nilai transaksi ekspor melalui Pelabuhan Poso sudah tak tercantum lagi pada data BPS Sulteng. Padahal, beberapa bulan sebelumnya, BPS Sulteng masih mencantumkan Pelabuhan Poso pada Ekspor Sulteng menurut Pelabuhan Utama.
Aktivitas ekspor Sulawesi Tengah yang hanya terlihat di dua pelabuhan di provinsi ini pernah dikritisi akademisi DR. Ichwan Tandju.
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako (Untad) ini menilai, berdasarkan data-data yang dipaparkan BPS Sulteng mengenai aktivitas ekspor impor melalui 4 pelabuhan di Sulawesi Tengah, sangat jelas terlihat jika konsentrasi ekspor impor Sulteng hanya terlihat di dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Kolonodale Kabupaten Morowali dan Pelabuhan Luwuk Kabupaten Banggai.
“Konsentrasi ekspor hanya pada daerah tertentu, juga konsentrasi impor sangat jelas pada daerah tertentu,” kata Ichwan pada sesi tanya jawab pada seminar yang dipandu saat itu oleh Kepala BPS Sulteng Dumangar Hutauruk tersebut.
Fakta melalui data BPS tersebut lanjutnya, tentunya akan mendorong ketidakseimbangan antarwilayah. Solusinya, pemerintah perlu memacu pembangunan instruktur agar ekspor dan impor tidak terkunci hanya pada satu wilayah saja. Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan mendorong ketimpangan kian mengecil. Selain itu, inflasi akan terjaga jika infrastruktur terbangun dengan baik.
“Ini hasil akhirnya dari solusi permasalahan ketimpangan antarpenduduk, ketimpangan antarwilayah dan ketimpangan antarsektor yang dihadapi oleh Sulteng,” ujarnya. (bid/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital