Sabtu, 8 Agustus 2026

Pertama di Indonesia, Budidaya Udang dan Padi Sekaligus di Satu Lahan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo

PALU, PE – Setelah sempat terganggu oleh banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Buol, beberapa waktu lalu, program percontohan udang padi, yang berlokasi di Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, kembali dilanjutkan.

Hal tersebut, dikatakan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Sulteng, Dr. Hasanuddin Atjo, saat ditemui, akhir pekan kemarin.

“Akan tetap dilanjutkan tahun ini. Syukurnya, banjirnya bukan air bah tapi genangan, yang tidak merusak konstruksi kolam. Kita akan tetap mengevaluasi, untuk kelanjutan program ini,” kata Hasanuddin Atjo.

Ia menyebutkan, tim dari Bidang Budidaya DKP Sulteng, direncanakan akan melakukan kunjungan ke Buol, pada pekan depan. Nantinya, akan dilakukan evaluasi menyeluruh, terhadap pilot project program udang padi tersebut.

“Sebelum banjir, kita mendapatkan laporan, bahwa program udang padi itu, punya progres yang positif. Pertumbuhan udang, sesuai dengan perkiraan, karena semua sistem berjalan dengan baik,” tambahnya.

Program udang padi, merupakan program perpaduan udang dan tanaman padi. Program ini, adalah pengembangan dan inovasi, dari program mina padi, yang telah berhasil dilakukan di Kabupaten Donggala dan Sigi.

Karena lebih bernilai ekonomis, program udang padi dijalankan, menggantikan ikan, yang sebelumnya dijalankan, di lahan milik Ibrahim S Manto, di Kelurahan Negeri lama, yang dijadikan sebagai lokasi pilot project.

Rencananya, setelah berhasil dijalankan di lokasi tersebut, program ini akan diaplikasikan kepada masyarakat luas.

Untuk mengembangkan budidayanya, DKP Sulteng telah memberikan pendampingan dan stimulus, berupa bibit dan pakan, sejak tahun 2016 lalu.

“Integrasi udang jenis vaname dan padi ini, kelihatannya merupakan yang pertama di Indonesia, makanya perlu dibuat branding. Kita juga perlu cari nama, yang merupakan penggabungan vaname dan padi,” lanjut Hasanuddin Atjo.

Tahun ini, kata Hasanuddin Atjo, pihaknya akan kembali melakukan penebaran benih, sekira 40 ribu ekor. Dengan durasi masa pemeliharaan selama empat bulan, ditargetkan dapat diperoleh hasil panen hingga 500 kg, dari kolam udang padi tersebut.

“Jika sesuai dengan prosedur, serta menggunakan perhitungan cermat, Insya Allah, apa yang terget itu bisa tercapai,” tandasnya.

(mg01/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital