Minggu, 9 Agustus 2026

Kuota 55 Kursi di DPRD Sulteng, Dapil V Dipecah Dua

Kuota 55 Kursi di DPRD Sulteng, Dapil V Dipecah Dua
Divisi Sosoailisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Sulteng Dr Sahran Raden membuka Rapat Koordinasi Penataan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD untuk Pemilu 2024, Sabtu (26/11/2022) di salah satu hotel Palu. Foto: Abidin/PE

Daerah Pemilihan (Dapil) untuk DPRD Provinsi Sulawesi Tengah bertambah satu seiring pertambahan penduduk yang mencapai 3 juta jiwa lebih. Dengan demikian alokasi kursi untuk DPRD Provinsi juga bertambah, dari 45 kursi hasil Pemilu 2019, menjadi 55 kursi untuk Pemilu 2024.
Untuk diketahui, pada Pemilu 2019, jumlah Dapil untuk DPRD Provinsi Sulteng sebanyak 6 dan kini menjadi 7 Dapil di Pemilu 2024.

Baca juga : Tahapan Pemilu 2024, KPU Sulteng Teken MoU dengan Empat Komisi Negara

Penambahan satu Dapil tersebut merupakan hasil pemecahan Dapil V (Poso, Tojo Unauna, Morowali dan Morowali Utara) menjadi dua Dapil, yaitu Dapil Poso-Tojo Unauna serta Dapil Morowali-Morowali Utara. Rancangannya, alokasi kursi untuk Dapil Poso-Tojo Unauna sebanyak 7 kursi, sedangkan Dapil Morowali-Morowali Utara sebanyak 6 kursi.
“Daerah yang pecah itu adalah Dapil V. Simulasinya sudah dibuatkan oleh Mendagri. Poso dan Tojo Unauna disatukan dengan alokasi tujuh kursi, sementara Morowali dan Morowali Utara disatukan dengan alokasi enam kursi,” kata Divisi Teknis Penyelenggara KPU Sulteng Syamsul A Gafur SH pada Rakor Penataan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD untuk Pemilu 2024, Sabtu (26/11/2022), di salah satu hotel di Palu.

Baca juga : Banyak Kasus Warga Dicatut Namanya oleh Parpol, Ini Saran KPU Sulteng

Penambahan Dapil untuk DPRD Provinsi Sulteng kata Samsul, mengacu pada pertambahan penduduk di Sulteng saat ini. Jumlah penduduk Sulteng kini mencapai 3.021.879 jiwa. Sehingga, merujuk pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 188 bahwa wilayah yang berpenduduk 3 juta jiwa lebih alokasinya menjadi 55 kursi.
“Pada Pemilu 2019 alokasi kursi untuk DPRD Provinsi Sulteng adalah 45 kursi, seiring penambahan jumlah penduduk Sulteng yang mencapai 3 juta jiwa lebih, jumlahnya menjadi 55 kursi,” ujarnya.
Konsekuensi dari penambahan kursi, terjadi perubahan Dapil. Terutama di Dapil V (Poso, Touna, Morowali, dan Morowali Utara) karena akan lebih dari 12 kursi. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital