SYL: Sektor Lain Turun, Pertanian Meningkat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa sektor pertanian memberi kontribusi bagi rendahnya inflasi di Indonesia beberapa tahun terakhir.
Sebab, ketika sektor lain mengalami penurunan, pertanian sebaliknya meningkat.
Demikian SYL, sapaan akrab Mentan saat memberi sambutan pada acara Rapat kerja Nasional (rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2023, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (25/1/2023).
Menurut SYL, jaman orde baru saja tidak pernah 15 persen ekspor pertanian. Namun ekspor pertanian di tiga tahun terakhir di atas 15 persen mencapai level Rp16 trilyun. bahkan di tahun 2022 naik lagi.
Menurut SYL artinya rakyat petani cukup patuh dengan pemerintah. Nilai tukar petani dan nilai usaha pertanian naik, dari 99 persen jadi 109. RPJM 104-105.
Bekas gubernur Sulsel dua periode itu berjanji bahwa apapun yang akan terjadi di tahun 2023, entah krisis apapun, Indonesia kata dia, tidak akan kesulitan pangan.
“Apapun kejadian besok di 2023, Indonesia tidak boleh bersoal, krisis apapun, karena ada makanan yang kita siapkan. Setuju?” tandas SYL kepada peserta Rakernas yang sebagian adalah petani dari daerah.
“Saya janji pak Wapres, karunia Allah sangat luar biasa matahari yang tak pernah putus. kalo ada tantangan itu hal biasa. Hari ini, janji kami kepada Wapres…, Kami tidak biasa bermain-main dengan perut rakyat,” tandasnya.
Untuk itu, SYL berharap pemerintah melakukan konsolidasi nasional dari negara terhadap pertanian. Tidak hanya mendengarkan ceramah, katanya.
Sementara itu, Wapres KH Ma’ruf Amin mengatakan beban sektor pertanian cukup berat. Sektor ini kata dia, harus mampu menyediakan pangan bagi lebih dari 275 juta jiwa di Indonesia.
“Ketersediaan pangan dan stabilitas harga pangan juga menjadi persoalan Critical yang harus di kelola dengan baik, seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk,” tandas Wapres.
“Saya memberikan apresiasi untuk Menteri Pertanian dan seluruh jajaran yang selama ini telah menjaga dan mempertahankan produktifitas pertanian di Indonesia,” ujar Wapres.
Wapres juga mengapresiasi kolaborasi kerja sektor pertanian yang berlangsung selama ini. Menurutnya, sebab sistem pertanian dipandang tangguh berswasembada beras, selama 2019-2021.
Sebagai informasi, Kementan mencatat inflasi di Indonesia masih berada pada batas terkendali. Pada Desember lalu, inflasi Indonesia dikendalikan pada kisaran 5,51%. Capaian inflasi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan dan harga pangan yang terjaga.
Atas keberhasilannya dalam menjaga ketersediaan pangan, pemerintah Indonesia mendapatkan penghargaan dari Lembaga Penelitian Padi Internasional (International Rice Research Institute/IRRI). Indonesia disebut sukses membangun sistem pertanian dan pangan Indonesia yang tangguh terhadap berbagai tantangan, serta pencapaian swasembada beras selama 2019-2021. (aaa/PaluEkspres)






