Minggu, 9 Agustus 2026

Di hadapan Mentan SYL, Gubernur Rusdy Paparkan Kesiapan KPN di Sulteng

Gubernur Sulteng Rusdy Mastura bertemu Mentan SYL sebelum memaparkan kesiapan KPN di Sulteng, Jumat (15/7/2022). Foto: Kiriman TA Gubernur Bidang Komunikasi dan Publikasi

PALUEKSPRES, JAKARTA– Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan Karawana yang merupakan bekas wilayah likuefaksi sebagai lokasi peresmian Food Estate dan Kesiapan Kawasan Pangan Nasional (KPN) oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Rencananya, persemian lokasi tersebut dijadwalkan pada 24 September 2022.

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusdy Mastura di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang didampingi seluruh Dirjen Kementan RI saat memaparkan kesiapan Kawasan Pangan Nasional (KPN) di Sulteng, Jumat (15/7/2022), di kantor Kementan.

Sekaitan dengan rencana pelantikan tersebut, Gubernur Rusdy Mastura juga menyampaikan empat poin lainnya mengenai kesiapan KPN di Sulteng, sebagaimana dikutip dari rilis Tenaga Ahli Gubernur Bidang Komunikasi dan Publikasi  

Pertama, Sulteng menyiapkan lahan total 178 ribu hektare dengan rincian 90 ribu hektare telah siap standing crope dan poligon. Sedangkan sisanya, 80 ribuan hektare adalah areal potensi bukaan baru, termasuk Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala.

Kedua, mengenai istilah yang selama ini sangat lekat di sektor pertanian yaitu lahan tidur. Gubernur Rusdy Mastura ingin mengoptimalkan lahan yang ada di Sulteng.

“Tidak boleh lahan tidur, yang ada orang tidur di lahan di Sulteng. Dengan artian ke depan pertanian adalah upaya Sulteng menyangga pencegahan inflasi nasional,” ujarnya.

“Walau besok kiamat, ada bibit mesti tetap ditanam,” tambahnya mengutip salah satu Hadist Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, saat ini kata Rusdy Mastura, Sulteng setiap hari menyuplai 15 ton sayur ke Kalimantan dan 30-50 ton pertahun beras ke Kalimantan. Saat ini dengan maraknya pertambangan, Sulteng bertekad menjadi penyuplai komoditi pertanian.

Keempat, kebijakan Sulteng menjaga sebagai kawasan pangan, salah satunya menetapkan Kabupaten Poso sebagai lokasi pertanian menyuplai komoditi pertanian untuk wilayah pertambangan Morowali dan Morowali Utara dan sekitarnya.

Menyikapi paparan Gubernur Sulteng tersebut, Mentan SYL merspon positif dan mendorong agar kebijakan tersebut terus dijalankan.

“Jalan terus pak Gub, saya sebagai Mentan ada di belakang bapak,” ujarnya.

Ia berpesan, jika ada bupati yang tak bersinergi dengan program kesiapan KPN ini, Gubernur Sulteng segera tinggalkan.

“Kalau ada bupati main main tinggalkan, 60 % penyokong dari seluruh inflasi RI, di mana  Indonesia urutan 4 di dunia,” ujarnya.

Adapun mengenai lahan yang sudah disiapkan Sulteng, Mentan SYL berjanji akan menurunkan Gugus Tugas ke Sulteng untuk mensurvei potensi masing-masing lahan.

“100 ribu hektare siapkan saya,  sending akan saya turunkan gugus tugas ke Sulteng.  Tanaman pangan apa yang cocok? Misalnya, jagung, tapi kosentrasi hulu hilir,” kata Mentan SYL. (bid/paluekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital