Minggu, 9 Agustus 2026

Sekkot: Konflik di Palu, Ibu-ibu jadi Supporter

 

Dorong Perempuan jadi Motor Penggerak Damai
PALU,PE-Ada yang menarik dalam beberapa kasus perkelahian antar warga yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Palu. Yakni keterlibatan ibu-ibu di dalamnya.

Sangat ironis, ibu-ibu yang seharusnya menjadi penyejuk dan penengah masalah, malah menjadi ‘anggota cheerleaders’ dari masing-masing kubu untuk menyoraki mereka yang terlibat dalam pertikaian itu.
Ini diungkapkan Sekkot Aminuddin Atjo ketika membuka pelatihan dan advokasi, mobilisasi untuk perempuan perdamaian dan keamanan, di Hotel Sutan Raja, Senin 7 September 2015.

“Saya amati, kalau ada anak-anak sedang berkelahi, itu disambut oleh ibu-ibu. Ini aneh, karena orang tua justru senang melihatnya,”kata Sekkot yang juga mengaku sering melihat hal itu karena kediamannya tepat di salah satu wilayah kelurahan yang bertikai.

Umumnya kata Sekkot akar pertikaian adalah hal-hal sepele yang kemudian dibesar-besarkan. Seperti misalnya perdebatan melalui SMS. Bahkan kata Sekkot, tidak jelas apa sebenarnya yang diributkan oleh kubu-kubu yang bertikai.

“Hingga kini kami tidak bisa menjawab apa sebenarnya penyebab konflik itu meski telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasinya,”kata Sekkot mewakili walikota dalam kegiatan itu, Senin 7 September 2015.

Namun, dia mensinyalir ada oknum tertentu yang menjadi otak di balik pertikaian-pertikaian yang bersifat musiman itu. “Analisanya begitu, warga ini sering disusupi,”ujarnya.
Kegiatan pelatihan bagi perempuan untuk perdamaian dan keamanan itu dihadiri dua  narasumber yang berasal dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI. Kegiatan pelatihan itu digelar bersama antar Pemkot Palu, UNDP,PTD-DA dan Libu Perempuan Kota Palu.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota Palu, Irmayanti Petalolo mengatakan, kegiatan pelatihan itu dihadiri unsur organisasi perempuan se Sulteng. Tujuannya agar perempuan nantinya bisa menjadi motor penggerak perdamaian.
“Selama ini kan yang kita ketahui bersama perempuan selalu menjadi korban dari konflik. Nah, kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut rencana aksi nasional sehingga kedepan perempuan bisa menjadi motor penggerak upaya perdamaian dan keamanan,”demikian Irmayanti.(mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital