Sabtu, 4 April 2026
Berita  

Presiden dan Mentan Amran Dorong Produksi Kopi dan Kesejahteraan Petani di Lampung Barat

PaluEkspres.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengunjungi perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat dukungan pemerintah terhadap komoditas kopi Indonesia yang diakui sebagai salah satu kopi terbaik dan terbesar di dunia.

“Harga kopi terus naik, meskipun kadang turun, tetapi secara tahunan terus meningkat. Volume permintaan ekspor juga terus naik. Saya meminta Menteri Pertanian untuk memberi perhatian lebih pada komoditas kopi,” ujar Presiden pada Jumat (12/7/2024).

Saat ini, harga kopi mencapai Rp70 ribu per kilogram dalam bentuk kering atau green bean, dengan produktivitas rata-rata petani mencapai 3 hingga 4 ton per hektare. Presiden mendorong petani meningkatkan produksi hingga mencapai 8 ton per hektare untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Produktivitas per hektare harus naik. Dari yang masih 1 ton atau 2 ton per hektare, harus bisa mencapai 4 ton atau 5 ton. Ini tugas kita bersama untuk meningkatkan produktivitas secara drastis,” kata Presiden.

Pemerintah telah menyiapkan alokasi pupuk subsidi yang kini naik dua kali lipat, dari 4,5 juta menjadi 9,5 juta. Kenaikan ini diharapkan memicu produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

“Peningkatan produksi bisa tercapai dengan perawatan yang baik, pupuk yang memadai, dan jarak tanam yang lebih rapat. Kita memiliki 1,2 juta hektare kopi, baik Robusta maupun Arabica, di seluruh Indonesia,” jelas Presiden.

Presiden juga mendorong hilirisasi industri kopi untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani. Upaya hilirisasi ini tidak hanya berlaku untuk kopi, tetapi juga untuk komoditas lainnya seperti coklat, kakao, dan sawit.

“Kita harus mengolah komoditas menjadi produk jadi, tidak hanya kopi, tetapi juga coklat, sawit, dan semua komoditas perkebunan lainnya,” tegasnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa luas areal kopi nasional pada tahun 2023 mencapai 1.268.905 hektare dengan produksi mencapai 756.097 ton, menjadikan Indonesia produsen kopi terbesar keempat dunia yang menyumbang 6 persen dari total produksi kopi dunia.

Indonesia memproduksi 91 persen kopi robusta dan 9 persen kopi arabika. Nilai ekspor kopi dari tahun 2020 hingga 2022 meningkat sebesar USD326.451 atau 40 persen, dari USD821.932 menjadi USD1.148.383. Volume ekspor juga naik sebesar 58.201 ton atau 15 persen, dari 379.354 ton menjadi 437.555 ton.

Di Provinsi Lampung, produksi kopi mencapai posisi kedua terbesar secara nasional dengan luas perkebunan 155.165 hektare dan produksi 108.069 ton, didominasi oleh kopi robusta. “Petani kopi Lampung Barat sebagian besar telah menerapkan teknologi sambung pucuk pada budidaya kopi robusta, menghasilkan produktivitas 1,1 ton per hektare atau di atas rata-rata nasional 0,813 ton per hektare,” jelas Mentan Amran. ***