Minggu, 9 Agustus 2026

Santri Harus Pelajari Juga Ilmu Kemaritiman

 

Sekjen Kemenag Buka Gebyar Pesantren Maritim
PALU,PE-Meski belajar khusus ilmu keagamaan, namun para santri diimbau agar juga harus mempelajari ilmu yang lain, salah satunya ilmu kemaritiman. Penekanan ini diungkapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag RI, Prof Dr Nur Syam MSi saat meresmikan pembukaan Gebyar Pesantren Maritim di Anjungan Pantai Talise Palu, Minggu 13 September 2015.

“Tidak hanya menguasai Ilmu Tafsir Hadis, Ilmu Fiqh dan sebagainya. Tetapi juga menguasasi ilmu-ilmu yang terkait dengan kemaritiman dan kelautan, sesuai dengan nawacita Presiden Joko Widodo,”katanya.
Kegiatan tersebut digelar untuk mensosialisasikan keberadaan Pesantren Maritim di Sulteng dan di Indonesia serta program-program yang dilakukan Pesantren Maritim dalam membangun perekonomian dan mensejahterakan masyarakat luas.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program dan keberadaan Pesantren Maritim kepada masyarakat luas agar  peran dan keberadaan Pesantren Maritim dapat diketahui dan dirasakan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof. Dr. H. Kamarudin Amin, Ph,D saat membacakan laporan kegiatan Gebyar Pesantren Maritim yang diikuti dan dihadiri ribuan santri dan siswa siswi su Sulteng itu.
Kegiatan yang bertemakan “Pesantren Maritim Untuk Masa Depan”  yang dimulai pukul 07.00 pagi tersebut dirangkaikan dengan karnaval kendaraan dan jalan santai yang diikuti pesantren-pesantren, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah se Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini pun sebagai bagian dari program menyukseskan Sail Tomini 2015 yang berpusat di Kabupaten Parigi Moutung, 19 September mendatang.
Tugas santriwan dan santriwati di Pesantern Maritim ke depan lanjut Nur Syam adalah memakmurkan masyarakat Indonesia dan memakmurkan masyarakat Sulteng.

“Insya Allah kalau kemaritiman kita jaya, darat kita subur, kesejahteraan dan kebahagiaan yang dapat dirasakan masyarakat Indonesia dapat tercapai dan menjadi kenyataan,”harapnya. Acara tersebut dimeriahkan dengan penampilan Band Wali, salah satu grub band yang personilnya merupakan jebolan dari sejumlah pesantren di Indonesia.(mg9)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital