Donggala, PaluEkspres.com – Longsor terjadi di area pertambangan galian C di Kelurahan Loli Saluran, Palu Barat, pada Jumat (16/2/2025). Wakil Ketua I DPRD Sulteng, Aristan, menegaskan bahwa kejadian ini perlu mendapat perhatian serius karena membahayakan jiwa, terutama karena lokasinya berada di atas permukiman ramai dan sejumlah fasilitas umum termasuk sekolah.
“Sejak siang tadi saya mendapatkan informasi mengenai longsor ini dari sahabat saya Pak Azis di Buluri dan melalui media sosial. Ini bahaya kalau tidak lekas direspons,” ujar Aristan.
Sebagai langkah awal, Aristan langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Komisi III DPRD Sulteng, Sekretaris Daerah Provinsi, Inspektur Tambang, Kepala Dinas ESDM, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulteng.
Menurutnya, Komisi III DPRD Sulteng segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas persoalan ini lebih lanjut. Sementara itu, Sekdaprov Sulteng, Novalina, telah berkoordinasi dengan BNPB untuk menangani situasi di lapangan. Inspektur Tambang, Soleh, juga telah menghubungi pihak perusahaan dan turun langsung ke lokasi kejadian.
Aristan menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap perizinan dan operasi tambang galian C di pesisir barat Teluk Palu. “Harus ada penataan yang meminimalisir dampak negatif agar tidak merugikan masyarakat maupun daerah,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan pembentukan tim terpadu untuk menilai kinerja perusahaan tambang di wilayah Palu-Donggala. Namun, hingga saat ini, Dinas ESDM dan DLH masih belum dapat dihubungi.
“Semoga masalah ini segera direspons dan diselesaikan!” tutup Aristan. ***






