PALU, PALUEKSPRES.COM – Senin pagi itu, suasana di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah terasa berbeda. Apel gabungan yang biasanya berlangsung formal dan tertib, kali ini diwarnai nuansa haru. Gubernur Rusdy Mastura, berdiri tegak di podium, suaranya terdengar serak saat menyampaikan pidato perpisahan. Dalam hitungan hari, tepatnya 20 Februari 2025, masa jabatannya akan berakhir.
“Dengan segala kerendahan hati, saya dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir memohon maaf jika ada tutur kata, sikap, atau kebijakan yang kurang berkenan. Kami mohon pamit,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Para aparatur sipil negara (ASN) yang hadir tampak terenyuh. Sosok Rusdy Mastura bukan sekadar pemimpin bagi mereka, tapi juga ayah, kakak, dan mentor yang dikenal humanis serta visioner. Lima tahun kepemimpinannya menorehkan berbagai pencapaian bagi Sulawesi Tengah. Dari pemulihan pascabencana 2018, penurunan angka kemiskinan hingga 21 ribu jiwa, inflasi yang terkendali di angka 0,02%, hingga pertumbuhan ekonomi yang menempati peringkat kedua nasional.
Di bidang infrastruktur, ia menggagas pembangunan Masjid Raya Baitul Khairaat senilai Rp 368 miliar dari APBD, meningkatkan layanan kesehatan RSUD Undata dengan fasilitas bedah jantung, kanker, dan saraf, serta yang paling monumental: meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 900 miliar menjadi Rp 2,2 triliun.
“Tolong jaga apa yang sudah kami bangun. Ke depan, kita harus meningkatkan PAD hingga Rp 5 triliun agar Sulteng mandiri dan tidak bergantung pada dana transfer,” pesannya.
Rusdy pun menaruh harapan besar kepada pemimpin baru, Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido, agar bisa melanjutkan tongkat estafet pembangunan. “Yang menggantikan saya ini seorang doktor dan dokter. Jauh lebih pintar,” ujarnya, setengah bercanda namun penuh keyakinan.
Di penghujung apel, ia menyerahkan SK pensiun secara simbolis kepada pejabat yang memasuki masa purnabakti. Usai acara, para ASN berebut menyalaminya, berfoto bersama, seolah ingin mengabadikan momen terakhir dengan pemimpin yang mereka hormati.
Selamat jalan, Gubernur Rusdy Mastura dan Wakil Gubernur Ma’mun Amir. Terima kasih atas pengabdian dan kerja kerasnya untuk Sulawesi Tengah. Sejarah akan mencatatnya. ***






