Jakarta, PaluEkspres.com – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, resmi mengundurkan diri dari jabatannya, Selasa (29/4/2025). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno.
Dalam keterangan tertulisnya, Noudhy menyebutkan bahwa surat pengunduran diri Hasan Nasbi telah diserahkan kepada Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet. Pihaknya menghormati keputusan tersebut dan mengapresiasi pengabdian serta kontribusi Hasan selama menjabat sebagai Kepala PCO sejak Agustus 2024.
“Kami menghormati keputusan Bapak Hasan Nasbi tersebut, serta mengapresiasi pengabdian dan seluruh kontribusi yang telah diberikan selama menjabat,” ujar Noudhy.
Meski ditinggal pimpinannya, Noudhy memastikan bahwa Kantor Komunikasi Kepresidenan tetap beroperasi seperti biasa. Pihaknya akan tetap fokus mengomunikasikan kebijakan strategis dan program prioritas Presiden. “Kami percaya seluruh proses akan berjalan sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Hasan Nasbi, yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 11 Oktober 1979, memulai kariernya sebagai wartawan di Harian Kompas pada 2005-2006. Kemudian, ia menjadi peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (2006-2008) sebelum mendirikan lembaga survei Cyrus Network. Nama Hasan semakin dikenal publik ketika ia menjadi konsultan politik untuk pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2012. Pada Pilpres 2024, ia menjabat sebagai juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan terlibat dalam Gugus Tugas Sinkronisasi di bidang komunikasi untuk pasangan tersebut.
Sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan bertanggung jawab dalam memastikan kebijakan komunikasi dari Presiden dapat dijalankan dengan baik dan tepat sasaran. Ia juga menjalin kerja sama dengan pihak internal dan eksternal untuk memastikan bahwa semua informasi yang disampaikan selaras dengan kebijakan pemerintah .
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa yang akan ditunjuk menggantikan posisi Hasan Nasbi secara definitif. ***






