Sigi, PaluEkspres.com – Tangis haru dan senyum kebahagiaan mewarnai momen bersejarah di Desa Olu, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi. Setelah sekian dekade hidup dalam keterisolasian tanpa akses listrik, masyarakat akhirnya menyaksikan hadirnya cahaya—simbol nyata kehadiran negara di pelosok negeri.
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, M.Si., didampingi oleh Wakil Gubernur Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara langsung meresmikan jaringan listrik yang kini menerangi Desa Olu, Dusun Paku (Desa Anca), dan Dusun Palili (Desa Tomado). Hadir pula Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, Wakil Bupati, Samuel Yansen Pongi, serta jajaran PLN Sulawesi Tengah, dalam seremoni penuh makna tersebut.
“Ini bukan sekadar peresmian listrik. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir, membawa keadilan energi hingga ke titik terjauh,” tegas Gubernur Anwar Hafid dalam sambutannya. “Terang yang kita hadirkan hari ini bukan hanya menerangi rumah, tetapi membuka jalan bagi masa depan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat Lindu.”
Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini mencakup:
- 23 kilometer Saluran Udara Tegangan Menengah,
- 7,6 kilometer Jaringan Tegangan Rendah,
- dan 3 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 450 kVA, yang secara kolektif menjangkau ratusan rumah tangga di wilayah terpencil yang sebelumnya belum tersentuh listrik.
Manajer PLN UP2K Sulteng, Rahmatan, menggarisbawahi pentingnya sinergi antarlembaga dalam proyek ini.
“Ini bukan proyek biasa, ini proyek pengabdian. Kolaborasi antara Pemprov Sulteng, Pemkab Sigi, dan PLN adalah fondasi keberhasilannya. Kami hadirkan cahaya, tapi lebih dari itu—kami hadirkan harapan.”

Warga menyambut penuh syukur. Reta (32), ibu rumah tangga Desa Olu, mengungkapkan rasa terharunya:
“Selama ini kami belajar pakai pelita. Sekarang anak-anak bisa belajar dengan lampu. Kami merasa baru benar-benar diakui sebagai warga Indonesia.”
Senada dengan itu, Arman (54), seorang petani kakao, menyatakan perubahan besar dalam kehidupannya.
“Dulu kami cuma bisa menggiling hasil panen siang hari. Sekarang, malam pun bisa kerja. Ini kemajuan luar biasa.”
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan apresiasinya terhadap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Kalau Gubernur yang menyalakan lampunya, kami Pemerintah Kabupaten yang sambungkan ke rumah-rumah warga. Ini kerja bersama, kerja nyata,” ujarnya penuh semangat.
Peresmian listrik di Lindu juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Prioritas BERANI (Bersih, Responsif, Amanah, Nasionalis, dan Inovatif).
Selain kelistrikan, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya konektivitas jalan Kalukubula-Gimpu (Berani Lancar), perluasan jaringan telekomunikasi (Berani Berdering), serta pembangunan SMK Pariwisata dan program cetak sawah 10 ribu hektare untuk menjadikan Lindu sebagai lumbung pangan masa depan Sulawesi Tengah.
Kini, Lindu tak lagi gelap. Warganya tak hanya bisa menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan impian.
“Dulu kami seperti dilupakan. Sekarang kami merasa dilihat, dihargai, dan dilindungi,” tutup Ibu Reta dengan mata berkaca-kaca. ***






