Rabu, 12 Agustus 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu Saat Warga Tondo sedang Gelar Tradisi Neoti, Pengalaman 2018 Bikin Warga Sigap

Wakil Wali Kota Palu sedang bersama warga Tondo, Palu Timur saat gempa bumi mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026).

Palu, PaluEkspres.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), terjadi ketika ratusan warga pesisir Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, sedang menggelar tradisi Neoti di kawasan Pantai Tondo.

Saat tanah berguncang, warga RT 1 RW 1 Tondo bersama Wakil Wali Kota Palu Liliana Muhiddin tengah mengikuti kegiatan budaya yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Kaili pesisir. Tradisi itu biasanya dilakukan saat air laut surut, ketika warga turun ke pantai untuk mencari ikan-ikan kecil, udang, kerang, hingga kepiting sebagai lauk keluarga.

Suasana yang semula penuh canda dan kegembiraan mendadak berubah ketika guncangan kuat dirasakan. Aktivitas warga di bibir pantai terhenti. Sebagian warga langsung menoleh ke arah laut, sementara yang lain berusaha memastikan keselamatan anggota keluarganya.

Ketua RT 1 RW 1 Kelurahan Tondo, Mustika, mengatakan gempa datang tanpa tanda-tanda ketika kegiatan Neoti sedang berlangsung.

“Kami sedang melaksanakan kegiatan Neoti bersama warga. Ibu Wakil Wali Kota Palu, Liliana Muhiddin, juga hadir di lokasi. Tiba-tiba datang gempa dan terasa cukup kuat,” kata Mustika kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Meski sempat dikejutkan oleh guncangan yang kuat, warga tidak larut dalam kepanikan. Pengalaman menghadapi gempa bumi dan tsunami dahsyat pada 28 September 2018 membuat masyarakat pesisir Tondo lebih siap menghadapi situasi darurat.

Menurut Mustika, memori bencana yang merenggut ribuan korban jiwa delapan tahun lalu masih sangat membekas di benak warga. Karena itu, begitu guncangan dirasakan, sebagian besar masyarakat langsung memahami langkah yang harus dilakukan.

“Alhamdulillah, kesadaran warga sudah sangat tinggi. Begitu ada imbauan untuk menjauh dari pantai, mereka langsung bergerak. Tidak ada yang saling dorong atau panik berlebihan karena warga sudah belajar dari pengalaman tahun 2018,” ujarnya.

Tak lama setelah gempa, warga mulai meninggalkan kawasan pesisir. Mereka bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi sambil membawa anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia.

Sebagian besar warga RT 1 RW 1 memilih mengungsi ke kawasan belakang Kampus Universitas Tadulako (Untad) yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik evakuasi masyarakat pesisir Tondo saat terjadi ancaman tsunami.

“Mayoritas warga sudah mengosongkan rumah mereka dan menuju belakang Kampus Untad. Di sana mereka berkumpul sambil menunggu perkembangan informasi dari pemerintah dan BMKG,” tutur Mustika.

Ia menjelaskan, setelah proses evakuasi berlangsung, suasana di lingkungan pesisir Tondo berubah drastis. Banyak rumah yang ditinggalkan pemiliknya karena warga memilih mengutamakan keselamatan.

“Kondisi di RT kami sudah banyak yang kosong. Masih ada beberapa kepala keluarga yang bertahan, tetapi sebagian besar sudah menuju tempat yang lebih aman,” katanya.

Pantau Kondisi Laut

Di tengah proses evakuasi, sejumlah warga dan nelayan memilih tetap berada di sekitar pesisir untuk memantau kondisi laut. Langkah itu dilakukan karena masyarakat masih mengingat bagaimana tsunami Palu 2018 datang setelah terjadi gempa besar.

Mustika mengatakan dirinya bersama beberapa nelayan dan tokoh masyarakat setempat terus mengawasi perubahan muka air laut.

“Kami bersama beberapa nelayan masih memantau kondisi air laut. Memang sempat terlihat ada surut, tetapi surutnya lemah dan tidak terlalu besar,” jelasnya.

Menurut dia, setelah sempat surut, air laut kemudian kembali naik secara perlahan dan tidak menunjukkan perubahan ekstrem.

“Setelah surut, air laut berangsur naik kembali secara perlahan. Sampai sekarang kami masih terus memantau perkembangan di lapangan,” katanya.

Meski demikian, kewaspadaan tetap dijaga. Warga yang berada di lokasi pemantauan diminta tidak terlalu dekat dengan garis pantai dan selalu siap bergerak menuju dataran tinggi jika terjadi perubahan kondisi secara tiba-tiba.

Tradisi Pesisir yang Terhenti oleh Gempa

Neoti sendiri merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Kaili pesisir yang masih bertahan hingga kini. Tradisi tersebut biasanya dilakukan ketika air laut surut pada waktu-waktu tertentu.

Dalam kegiatan itu, warga berjalan menyusuri pantai dan kawasan dangkal untuk menangkap ikan kecil, udang, kerang maupun kepiting yang terjebak di genangan air laut.

Bagi masyarakat Tondo, Neoti bukan sekadar aktivitas mencari lauk-pauk. Tradisi ini juga menjadi ruang silaturahmi, gotong royong, serta sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.

Karena itu, kegiatan Neoti yang digelar Selasa pagi tersebut diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, pemuda hingga anak-anak. Kehadiran Wakil Wali Kota Palu Liliana Muhiddin juga menambah semarak acara sebelum akhirnya gempa mengguncang kawasan tersebut.

Trauma yang Menjadi Kekuatan

Bagi warga Tondo, gempa kali ini menjadi pengingat kuat akan tragedi yang pernah melanda Kota Palu pada 28 September 2018. Namun berbeda dengan delapan tahun lalu, masyarakat kini dinilai jauh lebih siap menghadapi situasi darurat.

Tidak sedikit warga yang langsung mengambil tas darurat, menghubungi anggota keluarga, hingga bergerak menuju titik evakuasi begitu merasakan guncangan.

Mustika menilai kesiapsiagaan tersebut merupakan hasil dari pengalaman panjang masyarakat menghadapi bencana serta berbagai sosialisasi kebencanaan yang selama ini dilakukan pemerintah dan relawan.

“Kami tetap berharap tidak terjadi apa-apa. Tetapi pengalaman tahun 2018 mengajarkan kami untuk tidak menganggap remeh setiap gempa yang terjadi, apalagi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir,” pungkasnya. ***

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization