Rabu, 12 Agustus 2026

Bangsa Berkualitas Mulailah dari Revolusi Mental

BKKBN : Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty saat tampil dalam seminar internasional tentang bonus demografi di Untad, Jumat 18 September 2015.

Bonus Demografi Anugerah atau Bencana? (1)

Indonesia diprediksi akan mendapat bonus di tahun 2020-2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak. Kesempatan ini bagai dua sisi mata uang bagi bangsa Indonesia. Anugerahkah atau bencana? Jawabannya tergantung kesiapan SDM bangsa ini.

Laporan : Maria Sandipu/PE

BONUS Demografi bisa menjadi anugerah bila bangsa ini siap dengan SDM yang berkualitas menghadapi berbagai tantangan persaingan pasar bebas yang akan menerobos ke setiap negara, termasuk Indonesia. Namun, juga bisa menjadi bumerang yang pada akhirnya menjadi sebuah bencana bila bangsa ini tidak menyiapkan kualitas SDMnya.

Demikian penekanan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Surya Chandra Surapaty saat membawakan seminar internasional tentang strategi pemanfaatan bonus demografi dalam mendukung industri maritim Indonesia, di Universitas Tadulako (Untad) Jumat, 18 September 2015 usai menghadiri pembukaan Jambore Petugas Lapangan KB (PLKB) di Iven Sail Tomini, Parigi Moutong.

Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.

Jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada 2020-2030 akan mencapai 70 persen, sedangkan sisanya, 30 persen, adalah penduduk yang tidak produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun ). Dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara nonproduktif hanya 60 juta.
Hal ini sejalan dengan laporan PBB, yang menyatakan bahwa dibandingkan dengan negara Asia lainnya, angka ketergantungan penduduk Indonesia akan terus turun sampai 2020.

Tentu saja ini merupakan suatu anugerah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Namun anugerah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya. Masalah yang paling nyata adalah ketersedian lapangan pekerjaan. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah negara kita mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk menampung 70 persen penduduk usia kerja di tahun 2020-2030? Kalau pun lapangan pekerjaan tersedia, mampukah sumber daya manusia yang melimpah ini bersaing di dunia kerja dan pasar internasional?

‘’Jangan sampai kita hanya menjadi bangsa kuli. Yang hanya bisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga, buruh kasar di perkebunan atau buruh industri. Padahal kekayaan sumber daya alam kita luar biasa. Namun, kita jadi buruh di tanah sendiri. Bangsa lain yang mengambil untungnya,“ ujar anggota DPR RI periode 2009-2014 itu. Berkaca dari fakta, indeks pembangunan manusia atau Human Development Index (HDI) Indonesia masih rendah. Dari 182 negara di dunia, Indonesia berada di urutan 111.

Sementara di kawasan ASEAN, HDI Indonesia berada di urutan enam dari 10 negara ASEAN.
Posisi Indonesia jauh tertinggal dari Filipina, Thailand, Malaysia, Brunei dan Singapura. Tingkat HDI ini terbukti dari tidak kompetitifnya pekerja Indonesia di dunia kerja baik di dalam ataupun luar negeri.  ’’Paling banter, pekerja Indonesia di luar negeri adalah menjadi pembantu. Ujung-ujungnya disiksa dan direndahkan.

Untuk tingkat dalam negeri sekali pun, pekerja Indonesia masih kalah dengan pekerja asing. Hal ini ditandai dari banyaknya peluang kerja dan posisi strategis yang malah ditempati tenaga kerja asing. Tidak bisa kita larang pekerja asing masuk ke Indonesia, karena kita menghadapi pasar bebas ASEAN, ‘’ ujarnya. Permasalahan pembangunan sumber daya manusia inilah yang harusnya bisa diselesaikan dari sekarang, jauh sebelum bonus demografi datang.

Jangan sampai hal yang menjadi anugerah justru membawa bencana dan membebani negara karena masalah yang mendasar yaitu kualitas manusia. Kenyataannya kata Surya pembangunan kependudukan seolah terlupakan dan tidak dijadikan faktor utama. Padahal pengembangan sumber daya manusia yang merupakan investasi jangka panjang yang menjadi senjata utama kemajuan suatu bangsa.

Karenanya tandas dia, kunci utama yang harus dilakukan bangsa ini adalah membangun revolusi mental. Revolusi mental harus dilakukan sesegera mungkin dan dimulai dari dalam diri sendiri. Revolusi mental akan menyadarkan bangsa ini dari tujuan utama lahirnya bangsa ini. ‘’Revolusi mental mengubah pola pikir, pola sikap dan pola tindak, ‘’tegasnya.

Salah satunya adalah dengan merevitalisasi program KB.  Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, pencapaian program KB nasional dalam sepuluh tahun terakhir mengalami stagnansi.Yang paling signifikan kata Surya yakni angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) masih berada di angka 2,6 anak per wanita (SDKI,2002-03, 2012). Selain itu pemakaian kontrasepsi modern hanya naik 0,5 persen dari 57,4 persen (SDKI 2007) menjadi 57,9 persen (SDKI 2012).

Kondisi ini kata Surya akibat menurunnya intensitas kegiatan operasional program KKB (Kependudukan dan Keluarga Berencana) di lapangan. “KIE (komunikasi, informasi dan edukasi) yang sebelumnya bergaung kini melemah baik intensitas maupun mutu,” katanya.
Apabila ini tidak segera ditangani maka sasaran strategis pembangunan kependudukan dan keluarga berencana akan sulit tercapai.

“Revolusi mental didengungkan sejak zaman pak Soekarno di tahun 1957. Dia mengajak kita semua untuk mengubah pola pikir, pola tindak dan pola sikap kita. Ini selaras untuk tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap tumpah darah Indonesia dan ikut serta dalam perdamaian dunia. Ini harus dicapai segera mungkin,” tandasnya.
Hubungannya dengan revolusi mental, program KKB menjadi cikal bakal kemakmuran suatu bangsa bila bangsa yang dilahirkan dipersiapkan dengan perencanaan yang jelas pula.
Disinilah kata Surya Chandra peran BKKBN bekerja. Sebagaimana dipertegas dengan UU Nomor 52 Tahun 2009, BKKBN yang semulanya adalah badan koordinasi kemudian menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

‘‘Untuk menghadapi bonus demografi kita harus benahi penduduk kita. Kuantitasnya kita kendalikan, kualitasnya kita tingkatkan dan mobilitasnya diarahkan,“ demikian Surya.
Jika tidak sesegera mungkin mempersiapkan SDM kita, hanya ada satu kemungkinan yang bisa kita peroleh dari bonus demografi, yakni sebuah bencana kependudukan. Namun, bila kita ingin menjadikannya sebuah anugerah, marilah siapkan SDM kita menjadi bangsa yang berkualitas dan mandiri. Tinggal kita yang memutuskan, ingin berkah atau bencana? (***)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization
Menekan Spin Delay Is The Key Dengan Irama Tidak Teratur 2 Detik, 5 Detik, 8 Detik Bisa Membingungkan Randomizer Atau Hanya Ritual Ocd Saja
Masa Depan Hiburan Digital Interaktif Dibahas Melalui Perpaduan Teknologi Dan Narasi Pada Wild Bounty Showdown
Inovasi Seotda Baccarat Dari Pragmatic Play Menggabungkan Budaya Korea Dan Format Baccarat Modern Di Tahun 2026
Infrastruktur Game Digital Lebih Siap Menghadapi Gangguan Berkat Cyber Resilience Architecture
RTP Mahjong Scatter Hitam Pragmatic Play Hadir Nonstop 24 Jam Berkat Inovasi Teknologi AI Terbaru
Mahjong Ways Dioptimalkan Dengan Grafis Engine HTML5 Dan Kecepatan Respons Antarmuka Pengguna
Mahjong Ways Menjelaskan Mekanisme Perhitungan Kombinasi Kemenangan Dari Kiri Ke Kanan
Infrastruktur Digital Menjaga Stabilitas Performa Meskipun Beban Sistem Terus Meningkat
Data Historis Menjadi Dasar Pengembangan Algoritma Prediktif Generasi Terbaru
Literasi Risiko Menjadi Penting Seiring Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia