Minggu, 9 Agustus 2026

Pemerintah Teken Kontrak Rp1,3 T di Sulteng

HUMAS PEMPROV
TEKEN MEGA PROYEK – Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyalami pejabat Kementerian PUPR seusai menandatangani kontrak senilai kontrak Rp1,3 triliun

JAKARTA, PE — Pemerintah telah menandatangani kontrak lima paket pekerjaan fisik dan pengawasan pelebaran jalan serta penggantian jembatan di Sulawesi Tengah dengan total nilai kontrak Rp1,3 triliun. Penandatanganan dilakukan bersamaan dengan kunjungan kerja Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono  ke Palu, Sulawesi Tengah pada 18-19 September 2015. Basuki bersama Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, turut menyaksikan penandatanganan kontrak proyek multiyears tersebut. Proyek tersebut akan didanai melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2015-2018.

Dalam kesempatan ini Menteri Basuki di dampingi Direktur Jembatan Hedi Rahadian, Direktur Jalan Bebas, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daera Subagyo, Kasubdit Pemantauan dan Evaluasi Jembatan, Solo Riyadi Limbong dan Kepala Dinas PU Sulteng, Syaifullah Djaffar. Gubernur Sulteng, H. Longki Djonggola, mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah atas perhatian dalam membenahi infrastruktur jalan dan jembatan di Sulawesi Tengah.

Diharapkan perbaikan jalan dan jembatan ini mampu meningkatkan mobilisasi orang, barang, logistik dan jasa sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan dunia usaha di Sulteng.
Sementara itu, Basuki berharap setelah ditandatangani kontrak ini, pemerintah pusat, pemda, dan kontraktor menjadi satu tim dan “argo”-nya sudah mulai berjalan. Untuk itu menteri meminta kepada para kontraktor dan pengawas untuk segera melaksanakan tugas masing-masing.

Dia menegaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan pekerjaan paket ini. Pertama, pelaksanaan harus dilakukan gerak cepat. “Harus dengan langgam rock n roll bukan langgam pop. Jadi cara kita sudah berbeda,” ujar Menteri Basuki.

Dia meminta pekerjaan jalan sepanjang 21 km ini dilakukan dalam tujuh hari dengan dua shift. Jadi pekerjaan ini harus selesai lebih cepat. Kalau 21 km diselesaikan dalam waktu tiga tahun itu berarti tidak kerja. (humas pemprov)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital