Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Buntut Salah Ngomong Ketua PB PMII, Didenda 3 Ekor Kambing dan Sejumlah Piring

PALU EKSPRES, PALU – Pernyataan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Aminuddin Ma’ruf ternyata berbuntut panjang. Meskipun sudah mengaku salah dan memohon maaf kepada gubernur dan masyarakat, ia tetap dikenakan givu, denda adat oleh pemuka adat Palu.

“Tetapi permohonan maaf itu, tidak serta merta menghilangkan nilai keadatan, yang dia sampaikan. Artinya, dalam keadatan di tanah Kaili ini, apa yang disampaikan Ketum itu, berkaitan dengan nilai adat yang namanya sala mbivi, maksudnya salah bicara,”  kata Wakil Ketua Dewan Adat Kota Palu, Arifin Sunusi kepada wartawan.

Ia menjelaskan, konsekuensi yang harus diterima oleh Aminuddin, ialah membayar givu berupa 3 ekor kambing dan 30 buah piring makan. Sanksi tersebut harus dibayar dalam jangka waktu yang ditentukan nantinya, dantidak boleh diganti dalam bentuk uang tunai.

“Jadi, dia akan menerima sanksi, dalam bentuk 3 ekor kambing dan 30 buah piring makan. Itu yang harus dia bayarkan, dalam wilayah keadatan tanah Kaili, dan tidak boleh diuangkan,” imbuh Arifin.

Sanksi berupa 3 ekor kambing tersebut, lanjut Arifin, nantinya akan disembelih, dimasak lalu dimakan secara bersama-sama, dengan 30 orang tokoh adat akan duduk dalam perjamuan makan tersebut. Pelaksanaan adat tersebut, akan menunggu waktu yang ditentukan kemudian.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, telah memaafkan kekhilafan Ma’ruf dan memintanya untuk memerikan pernyataan permohonan maaf melalui media massa di Sulteng, sebab yang tersakiti karena ucapanya masyarakat.

Longki sendiri mengaku sedih mendengar peryataan tersebut dari seorang intelektual muda.

“Mungkin saudara ketua PMII mengaitkan pernyataannya dengan kejadian Poso dalam hal ini Santoso CS, tetapi hal tersebut jangan digeneralisir. Santso CS adalah dendam pribadi,”katanya.

Tak hanya itu, yang paling disayangkan adalah Ma’ruf menyampaikan bahwa Sulteng adalah daerah yang menolak NKRI.

Meski demikian, Longki mengaku akan tetap mendukung kesuksesan penyelenggaraan Kongres PMII di Palu hingga selesai.

(MS/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital