PALU, PALUEKSPRES.COM — Seorang juru parkir berinisial Dedi tewas setelah terlibat perkelahian dengan seorang anggota Provos Polda Sulawesi Tengah di depan Alfamidi, Jalan Tombolotutu, Kota Palu, Kamis (27/8/2026) malam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WITA. Dedi sempat dilarikan warga ke RS Sindu Trisno untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya dilaporkan tidak tertolong akibat luka tembak yang dideritanya.
Sementara itu, anggota Provos Polda Sulteng yang disebut terlibat dalam kejadian tersebut, AA, juga mengalami luka akibat tebasan senjata tajam. Dia kemudian mendapat perawatan di RS Bhayangkara Palu.
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa bermula ketika AA turun dari kendaraan untuk berbelanja di Alfamidi. Saat berada di lokasi, terjadi selisih paham antara dirinya dan juru parkir.
Perselisihan kemudian disebut berkembang menjadi perkelahian. Dedi diduga mengeluarkan sebilah parang dan mengarahkannya kepada anggota Provos tersebut.
Dalam perkelahian itu, AA disebut terkena tebasan parang pada bagian tangan hingga salah satu jarinya putus. Merasa terancam, dia kemudian mengeluarkan senjata api dan menembakkan beberapa kali ke arah Dedi.
Dedi terkena tembakan pada bagian perut. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian membawanya ke RS Sindu Trisno.
Adapun AA langsung meninggalkan lokasi menggunakan kendaraannya menuju RS Bhayangkara Palu untuk mendapatkan perawatan.
Informasi mengenai jumlah tembakan juga beredar di tengah masyarakat. Warga di tempat kejadian menyebutkan terdapat delapan selongsong peluru yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian.
Namun, jumlah tembakan serta detail barang bukti dalam perkara tersebut masih perlu dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian.
Identitas anggota polisi yang disebut terlibat yakni AA, anggota Dit Propam Polda Sulawesi Tengah. Adapun Dedi diketahui bekerja sebagai juru parkir dan berdomisili di kawasan Jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Palu.
Pasca-kejadian, kawasan sekitar lokasi penembakan dipadati warga. Situasi tersebut dipicu beredarnya video dan informasi di media sosial yang menyebut adanya warga terkena tembakan.
Petugas kepolisian telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan mengamankan area untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga berita ini ditulis, motif pasti perselisihan, kronologi lengkap perkelahian, serta proses penggunaan senjata api masih dalam penanganan aparat kepolisian.
Polisi diharapkan segera memberikan keterangan resmi untuk menjelaskan rangkaian kejadian sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjaga situasi agar tidak berkembang menjadi keresahan.
Catatan: Informasi mengenai status korban dan kronologi dalam naskah ini disusun berdasarkan laporan awal yang beredar dan masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun rumah sakit.






