Sabtu, 19 September 2026

Ini Profil Afi, Penulis Muda dengan Gaya Anne Frank yang Bikin Heboh

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pena bisa lebih tajam dari pedang. Afi membuktikannya. Gara-gara tulisan, dia dicap macam-macam. Bahkan diancam dibunuh. Namun dia tak gentar. Inilah cerita remaja yang sedang ngehit di media sosial itu.

“Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan.” Kutipan dari tulisan berjudul Warisan itu bukan karya seorang filsuf atau penulis kawakan. Melainkan status Facebook akun Afi Nihaya Faradisa yang diunggah 15 Mei lalu. Empunya akun masih muda. Pada 23 Juli mendatang, usianya baru genap 19 tahun. Namun, pemikiran seputar keberagaman itu memunculkan gema tidak terduga.

Tulisan singkat tersebut hingga tadi malam sudah dibagikan 69 ribu kali. Selain itu, ada lebih dari 15 ribu komentar. Tak semua mendukung. Banyak juga yang mencela. Asa Firda Inayah, nama asli si pemilik akun itu, menulis jika kewarganegaraannya adalah warisan orang tua. Begitupun nama dan agama dirinya juga warisan. Dai menyebut jika dirinya tidak bisa memilih dari mana akan lahir dan di mana akan tinggal setelah dilahirkan. Termasuk juga agama yang dipeluknya saat dia lahir.

Ketika menulis, tidak terlintas di benak Afi bahwa Warisan bakal ditanggapi sebegitu keras. Banyak yang me-report ke Facebook sehingga akunnya sampai ditangguhkan 24 jam. Bukan itu saja.

Muncul tulisan-tulisan dari ”orang dewasa” yang ditujukan untuk membantah buah pikirannya tersebut. Dengan mengutip ayat suci atau hadist, bungsu di antara dua bersaudara itu dianggap menistakan agama, belum paham agama, dan lain-lain.

Tidak cukup itu. Dini hari sekitar pukul 03.00, Afi menerima telepon seseorang yang mengancam untuk membunuhnya. Nomor teleponnya tidak diketahui karena menggunakan private number. ”Lagi tidur ditelepon. Saya angkat, terus bilang, ’Kami tidak hanya bisa mematikan Facebook-mu, tapi juga bisa mematikan kamu,’,” cerita Afi. Meski tidak meremehkan ancaman itu, warga Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, itu juga tak mau dibuat gentar. ”Membunuh orang tidak semudah itu,” ujarnya.

Dari telepon itu, Afi jadi tahu betapa dia punya haters garis keras. Afi melihatnya dari sudut pandang positif. Haters itu yang membantu Afi untuk tetap tetap berusaha menulis dengan seimbang. Menjaga tak sampai kepeleset satu kata pun. Karena itu, setiap menulis, dia memikirkannya dengan baik, menjaganya untuk tak sampai menyudutkan pihak mana pun. Lewat Warisan, dia hanya ingin pembaca tetap memegang teguh keimanan, tanpa harus mengecilkan keyakinan yang lain. Sesederhana itu. Semulia itu. ”90 persen orang yang bilang saya liberal, sekuler, itu belum pernah bertemu saya. Padahal saya ini beragama sama seperti yang diajarkan ustad. Bagi saya beragama yang mikir itu bukan mustahil kok,” ujarnya.

Warisan bukan satu-satunya tulisan yang membuat pengikut Afi terpukau. Perempuan yang mulai aktif mengunggah tulisan sejak kelas X SMA itu sering mengangkat tema pendidikan dan keberagaman. Semua ditulis dengan bahasa yang lugas, mudah dipahami, tapi memiliki makna yang begitu dalam.

Buat Afi, karya kritis yang dia hasilkan itu ibaratnya seperti diary. Sama halnya dengan The Diary of a Young Girl mendiang Anne Frank, inspirasi Afi dalam menulis. Anne Frank merupakan korban Holocaust, pembunuhan kejam besar-besaran yang berlangsung selama rezim Nazi. Frank menulis catatan pribadi tentang penindasan dan fasisme di bawah kekuasaan Nazi dalam kacamata seorang anak. Museumnya pernah menjadi scene film The Fault in Our Stars (2014). ”Buat remaja yang hidup di tengah perang, pemikiran dia sangat canggih dan dalam. Nggak terpikir, remaja 13 tahun bisa sehebat itu,’’ kata Afi.

Tema-tema tulisan Afi yang ”menggigit” itu tak jauh beda dengan Frank. Ketika menulis, dia nyaris tidak pernah membuat planning terperinci. Semua mengalir. Apa yang menarik, itulah yang ditulis. Butuh satu-dua jam buat Afi untuk merampungkan satu tulisan, yang lantas diunggahnya di Facebook.

Dipuji, dikritik, didebat, hingga dilaporkan karena unggahannya dinilai ofensif tidak jadi perintang buat Afi. Dia bakal terus menulis dengan berani dan apa adanya. Ada yang menyamakan Afi dengan Malala Yousafzai, aktifis muda Pakistan yang ditembak di bus oleh Taliban. Sama-sama menulis, sama-sama diancam mereka yang merasa gerah dengan tulisan itu namun Afi merasa masih jauh dengan Malala. ”Hahaha…saya belum ada apa-apanya,” ujarnya.

Meski begitu Afi yakin tulisannya yang diniati baik itu bisa berguna untuk orang lain. Pesan damai lewat tulisan kritis nan berani itu akan diterima semua orang meski dia tak tahu kapan itu. Sembari menunggunya, Afi mulai menata mimpi besarnya menjadi psikolog atau penulis sukses.

(fam/c6/ayi)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam