Minggu, 9 Agustus 2026
Agama  

Ilmuwan Sebut Cheng Ho Keturunan Ke-37 Nabi SAW, Ini Penjelasannya!

Panggilan “Pak Haji” kepada ayahanda Cheng Ho itu terus menjadi panggilannya dalam semua literatur. “Semua orang lebih mengenal Ma Hazhi ketimbang Mi Lijin sebagai ayahanda Zheng He,” kata Yang Liyun.

Peran Penting Muslim di Abad Pertengahan

Sebagai bangsa penjajah, sangat wajar jika Dinasti Yuan tidak disukai suku Han yang dominan di Tiongkok saat itu. Selain merasa sebagai bangsa jajahan, ada satu hal lagi yang tidak disukai bangsa Han. Yakni merasa ada diskriminasi.

Kebijakan Dinasti Yuan saat itu memang lebih mengutamakan orang-orang non-suku Han untuk duduk di jabatan strategis. Dari sudut pandang Dinasti Yuan, tentu itu kebijakan masuk akal. Sebab, mereka tahu, jika menempatkan orang-orang Han di jabatan strategis, kejatuhan dinasti mereka akan kian cepat. Sebab, Dinasti Yuan dibangun berdasar superioritas militer bangsa Mongol ketimbang merangkul rakyat Tiongkok.

Situasi seperti itulah yang membuat banyak non-suku Han seperti kakek dan ayah Cheng Ho menjadi pejabat dalam Dinasti Yuan. Khusus untuk umat Islam, banyak orang di Tiongkok yang memercayai akhlak seorang muslim.

Itu terbukti dalam masa akhir Dinasti Yuan. Banyak sarjana maupun jenderal muslim. Di antaranya adalah Jenderal Lan Yu, jenderal kesayangan Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Ming. Jenderal itulah yang menghancurkan Mongol hingga tak lagi menjadi ancaman keamanan bagi Tiongkok.

Namun, pergantian dinasti tersebut membawa petaka bagi keluarga Cheng Ho. “Ayahnya meninggal pada penaklukan Yunnan saat berusia 39 tahun,” kata Yang Liyun. “Tapi, tidak jelas apakah meninggal dalam pertempuran atau menjadi korban dari peperangan itu. Tidak ada keterangan lebih lanjut,” imbuhnya.

“Dari literatur kami hanya disebutkan, putra tertuanya, Wenming, menguburkannya di lereng Gunung Yuesan.”

(*/c9/nw)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital