Sabtu, 8 Agustus 2026
Opini  

Ramadan Momentum Strategis Evaulasi Diri

Oleh: Gubernur Sulteng, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si.

BULAN Ramadan adalah momentum yang sangat strategis untuk mengevaluasi diri, terkait sejauh mana kita beribadah kepada Allah SWT, juga muamalah kepada sesama hamba Allah SWT.

Apalagi di bulan Ramadan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amal soleh, sebab pahala atas amalan yang dikerjakan, akan dilipatgandakan di sisi Allah SWT. Karena itu, di antara nikmat-nikmat Allah SWT, yang diberikan kepada para hamba-Nya, adalah ketika kita masih diberikan kemampuan beribadah kepada Allah, dalam kondisi yang sehat walafiat, khususnya di bulan Ramadan.

Olehnya, orang yang beriman pasti sangat gembira dengan datangnya bulan Ramadan, tidak ada kegembiraan paling besar, selain datangnya bulan Ramadan, yang penuh berkah, rahmat dan ampunan.

Seruan berpuasa, sebagaimana diperintahkan di dalam QS Albaqarah, sesungguhnya memiliki makna, bahwa kewajiban berpuasa hanya dikhususkan bagi orang-orang yang beriman, dengan tujuan agar bertakwa kepada Allah. Hal ini menjadi spirit tersendiri bagi umat Islam, untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Puasa yang dilaksanakan dengan landasan yang ikhlas, hanya karena Allah SWT selama sebulan penuh, akan mendapat ridha dari Allah, seperti dalam bentuk menjadikan jasmani seorang hamba menjadi lebih sehat, dan nuraninya mampu meredam gejolak-gejolak syahwat.

Selain itu, puasa di bulan Ramadan, sangat efektif pula untuk membentuk rasa empati, mau berbagi, menolong, dan meringankan beban kesusahan-kesusahan orang lain yang kurang beruntung.

Puasa Ramadan juga mengandung nilai-nilai pembelajaran positif, yang bisa melahirkan pribadi-pribadi insani, yang memiliki kesabaran, kepedulian sosial, dan jiwa mensyukuri, atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT.

Jika nilai-nilai ini, mampu diserap dan diejawantahkan di kehidupan masyarakat, maka saya percaya, Insya Allah kita dapat mewujudkan pembangunan Sulteng yang maju mandiri dan berdaya saing, yang pada gilirannya akan berkontirbusi, mewujudkan negara yang baldatun tayyibatun wa rabbun gafuur, yaitu negara yang di dalamnya terdapat kedamaian ketentaraman, dan kesejahteraan.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital