Minggu, 9 Agustus 2026

Akhirnya Afi Nihaya Faradisa Ngaku Plagiat, Bagaimana Respon Netizen?

PALU EKSPRES, JAKARTA – Setelah Lama memilih diam dari pembullyan dan tuduhan plagiat, akhirnya Afi Nihaya Faradisa mengaku melakukan plagiat atau menciplak tulisan dari akun Mita Handayani. Hal ini Ia utarakan lewat tulisannya di facebook, Sabtu, (4/6).

“Apakah aku pernah melakukan plagiasi? Ya. Kita semua pernah. Siapa yang tidak pernah melakukannya? Mulai dari tugas sekolah sejak SD, makalah kuliah, ujian, sampai caption foto di media sosial. Kalaupun kita mengklaim punya hak cipta atas suatu gagasan yang brilian, maka gagasan tersebut tetaplah akumulasi dari segala hal yang berhasil kita serap sehari-hari.Tak ada gagasan yang benar-benar murni, asli.” tulis Remaja 18 tahun itu.

Meskipun telah mengakui hal itu, namun tulisan Afi dinilai netizen sebagai pengalihan isu seolah dirinya mencari simpatisan dari sejumlah tuduhan kepada dirinya. Sebab menurut netizen, plagiat adalah tindakan yang memalukan.

Alhasil, Afi Nihaya dihujani nasehat bahkan kembali  dibully.

Seperti akun atas nama Ahmad Yulden Erwin yang menulis;”Kalau kamu melakukan plagiasi (coba cari definisinya di kamus), maka kamu harus minta maaf kepada publik dan penulisnya, bukannya malah melakukan sesat pikir (logical fallacy) misericordiam atau sesat pikir yang mencoba menarik dukungan publik dengan mengeksploitasi rasa kasihan seperti di atas.”

“Di dalam dunia kepenulisan yang namanya plagiasi (mesti dibedakan dari menggunakan kutipan atau memodifikasi) sangat “diharamkan”. Plagiasi mematikan kreativitas dan menghinakan kemampuan berpikirmu sendiri.” katanya.

“Yang dilakukan oleh Afi Nihaya ini adalah satu contoh yang buruk bagi generasi muda dan dunia penulisan di Indonesia, karena ia melakukan tindakan plagiasi dan tampaknya ia tidak merasa bersalah akan hal itu. Itu tidak bisa dibenarkan.” tambah Ahmad Yulden Erwin.

“Model begini sudah lagu lama, Dek. Lebih memperlihatkan sisi yang membuat iba khalayak ramai, agar kemudian kesalahannya ditoleransi, diberi pemakluman, walau jelas kesalahan. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang mengemis pemakluman atas kesalahan yang kita buat.” kata akunDwi Tufail.

Sebelumnya Afi sempat membantah dirinya melakukan plagiat. Bantahan itu ia katakan pada saat wawancara eksklusif di salah satu TV swasta sesaat sebelum dirinya diundang ke Istana memperingati hari lahir pancasila beberapa hari lalu.

“Tidak” kata Afi singkat pada saat itu. Bahkan Ia mengakui jika tulisan itu merupakan buah pemikirannya yang ditulis pada tahun 2012 lalu. Netizen pun kembali menanyakan pernyataan Afi itu.

“Kenapa boong waktu live kemarin, Fi? Saya WA saja kamu nggak balas, Fi. Kamu sudah diperingatkan beberapa orang untuk minta maaf sebelum dibuka ke publik, tapi kamu memblokirnya. Itu yang saya sesalkan sebenarnya kenapa saya ambil langkah demikian.” Yah, semoga kamu berubah, Fi. Saya baru tahu ternyata meminta maaf dengan tulus itu sulit. Maafkan saya, Fi, karena yang saya tulis benar. Jangan berhenti belajar ya.” Kesal akun Pringadi Abdi.

Berikut pengakuan lengkap Afi Nihaya Faradisa.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital