Menteri Rudiantara di sejumlah media online bahkan mengancam akan menutup media sosial lainnya, seperti twitter, facebook dan Youtube jika aplikasi tersebut masih menjadi medium bagi kalangan radikalis mengampanyekan ideologinya bahkan tutorial membuat bom.
Telegram adalah aplikasi yang sudah mendarat di jagat virtual tanah air sejak 2013 silam. Telegram adalah aplikasi pesan asal Rusia konon mempunyai standar keamanan tertinggi, jauh mengalahkan pesan instan sejenis.
Karena itu, aplikasi ini menjadi pilihan bagi pengusung ideologi kekerasan mengampanyekan pesan dan idenya. Bahkan disebut, telik sandi negara juga memanfaatkan Telegram karena jaminan keamanannya yang mumpuni.
Menteri Rudiantara sendiri berujar, akan menyasar sosial media lainnya jika aplikasi itu tidak memfilter ideologi kekerasan yang telah membuat pemerintah RI kerepotan.
(kia/Palu Ekspres)






